Nilai Investasi USD 6,1 Miliar di Kawasan Asia-Pasifik, DFC Amerika Serikat Tunjuk Adrian Bastien sebagai Direktur Pelaksana Regional Jakarta
Chahaya Simanjuntak• Rabu, 21 Januari 2026 | 19:30 WIB
ILUSTRASI DFC, lembangan keuangan internasional milik Pemerintah AS.
Batampos - Lembangan Investasi Keuangan Internasional Amerika Serikat (DFC) menunjuk secara resmi,Adrian BastiensebagaiDirektur Pelaksana RegionalDFC yang akan bertugas dari Jakarta, Indonesia.
Penunjukan ini menegaskan komitmen DFC dalam menggerakkan pemodalan keuangan swasta secara global, khususnya di kawasanIndo-Pasifik, guna mendukung pembangunan ekonomi, memperluas peluang investasi, serta memajukan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Kehadiran Direktur Pelaksana Regional baru ini sejalan dengan perluasan mandat DFC yang baru-baru ini diresmikan kembali. Melalui mandat tersebut, kapasitas investasi DFC meningkat signifikan dari60 miliar dolar AS menjadi 205 miliar dolar AS, sekaligus memperluas jangkauan geografis dan sektor prioritas investasi di berbagai negara.
Sebagai Direktur Pelaksana Regional, Adrian Bastien akan mengawasi berbagai prakarsa pembiayaan strategis yang bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan dan mendukung prioritas kebijakan AS.
" DFC berada pada posisi strategis untuk membuka peluang baru yang memperkuat kemitraan global dan menjawab tantangan pembangunan ekonomi di kawasan yang memiliki kepentingan strategis bagi Amerika Serikat," ujar Bastien dalam pernyataannya, Rabu (21/1/2026) sore.
Dengan kewenangan yang diperluas, DFC kini memiliki ruang lebih besar untuk mengejar investasi yang layak secara komersial sambil tetap mendorong pembangunan ekonomi dan mendukung prioritas kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Bastien menyebutkan, kehadiran mereka di Indonesia, juga memperkuat kemampuannya dalam menjalankan transaksi, bermitra dengan sektor swasta, serta mendukung investasi berdampak tinggi bukan hanya di Indonesia tapi juga di negara-negara Indo-Pasifik.
Ia menambahkan, kawasan Indo-Pasifik memiliki potensi besar dalam pengembangan infrastruktur, penguatan rantai pasok, serta pendalaman hubungan ekonomi yang berkelanjutan. Bastien menegaskan komitmennya untuk menarik investasi swasta, memberikan nilai bagi masyarakat Amerika, serta menjunjung kepentingan strategis AS secara global.
Adrian Bastien memiliki pengalaman hampir20 tahun di bidang keuangan internasional. Sebelumnya di DFC, ia berperan dalam perumusan dan pelaksanaan penjaminan pinjaman pada 2021–2022 bersama Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Skema tersebut mendukung pembiayaan utang dari Export Finance Australia kepada Telstra untuk akuisisi aset selular Digicel Pacific di Asia Timur dan Kepulauan Pasifik.
Transaksi tersebut berhasil memperluas kapasitas telekomunikasi dan memperkuat ketahanan ekonomi kawasan, dengan total pembiayaan mencapai1,33 miliar dolar AS atau setara Rp Rp 22,518 triliun (Kurs 1 USD = Rp 16.951).
Saat ini, portofolio investasi DFC di kawasan Indo-Pasifik tercatat sekitar6,1 miliar dolar AS. DFC juga menyatakan dukungannya terhadap upaya Indonesia dalam menarik investasi berkualitas tinggi, khususnya di sektor energi serta teknologi informasi dan komunikasi.
Sebagai informasi, DFC merupakan lembaga investasi internasional Pemerintah Amerika Serikat yang didirikan pada 2019 dengan dukungan bipartisan. Lembaga ini bermitra dengan sektor swasta untuk menggerakkan modal global, mendorong pembangunan ekonomi, serta memperkuat keamanan dan kepentingan nasional Amerika Serikat. (*)