Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Peringati 84 Tahun Pertempuran di Selat Sunda, Tiga Negara ini Tabur Bunga dari Atas Kapal Perang USS Houston

Chahaya Simanjuntak • Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:30 WIB

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Peter M. Haymond, turut bergabung dengan perwakilan angkatan laut dari tiga negara dalam upacara tabur bunga di Selat Sunda.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Peter M. Haymond, turut bergabung dengan perwakilan angkatan laut dari tiga negara dalam upacara tabur bunga di Selat Sunda.

Batampos  – Tiga negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan Australia melakukan prosesi tabur bunga dari atas kapal perang USS Houston (CA-30) di perairan Selat Sunda, Kamis (26/2/2026) lalu. Kegiatan ini memperingati 84 tahun pertempuran Selat Sunda di Indonesia.

Duta Besar atau Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Peter M. Haymond, turut bergabung dengan perwakilan angkatan laut dari tiga negara dalam upacara ini, sebagai bentuk penghormatan atas keberanian dan pengorbanan para pelaut serta marinir yang gugur dalam pertempuran Perang Dunia II tersebut.

Peringatan tersebut secara khusus mengenang awak kapal perang USS Houston (CA-30) dan HMAS Perth I yang tenggelam di perairan Teluk Banten pada 1 Maret 1942 lalu, setelah pertempuran sengit melawan pasukan Jepang di Selat Sunda.

Upacara yang digelar di atas kapal TNI Angkatan Laut itu menegaskan peran Indonesia sebagai penjaga perairan yang menjadi tempat peristirahatan terakhir kapal-kapal perang tersebut, sekaligus makam perang berdaulat yang harus dihormati dan dilindungi.

Baca Juga: Batam Pos Silaturahmi dengan Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan

“Pada hari ini kita mengenang para pelaut USS Houston dan HMAS Perth yang gugur dalam Pertempuran Selat Sunda,” ujar Haymond lewat siaran persnya ke Batam Pos, kemarin.

"Bersama mitra Indonesia dan Australia, kita diingatkan kebebasan dapat terus terjaga melalui kemitraan, pengorbanan, dan komitmen bersama untuk merawat warisan sejarah ini bagi generasi mendatang," tambahnya.

Penyelenggaraan peringatan ini juga menjadi simbol kuatnya hubungan pertahanan maritim trilateral antara Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia. Perwakilan dari ketiga angkatan laut serta instansi maritim melakukan tabur karangan bunga di Selat Sunda sebagai bentuk penghormatan kepada para prajurit yang gugur.

Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam melindungi makam perang berdaulat dan warisan maritim dunia, serta memperkuat kerja sama kawasan di tengah dinamika keamanan Indo-Pasifik.

Sejumlah langkah konkret yang tengah dilakukan antara lain melalui program hibah Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP) oleh Kedutaan Besar AS untuk pelestarian situs bersejarah, pemanfaatan program Overseas Humanitarian, Disaster, and Civic Aid (OHDACA) guna mendukung masyarakat sekitar, serta rencana survei bersama angkatan laut kedua negara pada 2026 di lokasi bangkai kapal.

Baca Juga: AS dan Israel Lancarkan Serangan Besar ke Iran

Sekilas, pertempuran Selat Sunda pada malam 28 Februari hingga 1 Maret 1942 menjadi salah satu episode paling tragis dalam Perang Dunia II di kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 696 pelaut dan marinir Amerika gugur dalam pertempuran tersebut.

Dari 368 awak USS Houston yang selamat dari tenggelamnya kapal, banyak yang kemudian menjadi tawanan perang di Jawa, Singapura, Myanmar, Thailand, dan Jepang. Meski dalam kondisi sulit, sebagian tetap menunjukkan perlawanan dan keteguhan moral. Hingga akhir perang, 291 awak USS Houston berhasil kembali ke Amerika Serikat sebagai pahlawan.

Sejak 1945, USS Houston Survivors' Association and Next Generations secara rutin menggelar pertemuan tahunan di Houston, Texas, untuk mengenang kapal dan para awaknya yang gugur. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#amerika serikat #Pertempuran Selat Sunda #asia pasifik #USS Houston