Perang AS-Israel vs Iran Picu Kekacauan Transportasi Udara, Terburuk Sejak Pandemi
Chahaya Simanjuntak• Senin, 2 Maret 2026 | 21:42 WIB
Kepulan asap akibat serangan Iran terlihat di belakang sebuah pesawat Emirates yang terparkir di Bandara Dubai, Minggu (1/3/2026). Ribuan penerbangan telah dibatalkan sejak AS serang Iran.
Batampos - Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah memicu kekacauan transportasi udara sejak perang dimulai, Sabtu (28/2/2026) lalu. Ribuan penerbangan dari berbagai bandara di seluruh dunia ke Timur Tengah dibatalkan. Ini menjadi kejadian luar biasa terburuk yang melumpuhkan industri aviasi sejak pandemi Covid-19.
Bandara dan maskapai di kawasan Timur Tengah menghentikan seluruh operasional setidaknya hingga Selasa (3/3/2026) pukul 10.00 GMT. Ratusan ribu penumpang dilaporkan terlantar di berbagai negara, dari Asia hingga Eropa.
Bandara-bandara utama Timur Tengah, termasukBandara Internasional Dubai yang menjadihub internasional tersibuk di dunia ditutup untuk hari ketiga berturut-turut. Penutupan ini menjadi guncangan terbesar bagi industri penerbangan sejak pandemi Covid-19.
Menurut perusahaan analis penerbangan Cirium seperti dilansir dari The Guardian, Senin (2/3/2026), sedikitnya 1.555 penerbangan menuju Timur Tengah telah dibatalkan hingga Senin pagi. Namun angka tersebut diperkirakan lebih rendah dari kondisi sebenarnya karena keterbatasan data dari Iran dan Uni Emirat Arab.
Sementara data dari platform pelacakan penerbanganFlightAwaremencatat hampir 2.800 penerbangan dibatalkan sejak Sabtu dan 3.156 penerbangan,Minggu (1/3/2026).
Maskapai-maskapai Teluk menjadi yang paling terdampak.EmiratesdanEtihad Airwaysmenyatakan penerbangan dari dan menuju hub mereka dihentikan hingga Selasa pagi besok. Sementara itu,Qatar Airwaysmenangguhkan operasional selama wilayah udara Qatar masih ditutup.
Wilayah udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar terpantau hampir kosong berdasarkan data dariFlightradar24. (*)