Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kekacauan Penerbangan di Timur Tengah Akibat Perang Iran Berdampak Luas hingga Eropa dan Asia

Chahaya Simanjuntak • Senin, 2 Maret 2026 | 22:00 WIB

Kepulan asap akibat serangan Iran terlihat di belakang sebuah pesawat Emirates yang terparkir di Bandara Dubai, Minggu (1/3/2026). Ribuan penerbangan telah dibatalkan sejak AS serang Iran.
Kepulan asap akibat serangan Iran terlihat di belakang sebuah pesawat Emirates yang terparkir di Bandara Dubai, Minggu (1/3/2026). Ribuan penerbangan telah dibatalkan sejak AS serang Iran.

Batampos - Dampak gangguan penerbangan akibat perang AS-Israel terhadap Iran, tidak hanya dirasakan di Timur Tengah. Penumpang dilaporkan terlantar dari Bali di Indonesia hingga Frankfurt di Jerman.

Demikian halnya di India. Maskapai nasional Air India membatalkan sejumlah penerbangan dari Delhi, Mumbai, dan Amritsar menuju kota-kota besar di Eropa serta Amerika Utara.

Di Eropa, maskapai berbiaya rendah easyJet membatalkan tiga penerbangan pulang-pergi antara Paphos, Larnaca, dan Inggris setelah serangan drone menghantam pangkalan RAF di Akrotiri, Siprus. Demikian juga dengan British Airways turut membatalkan layanan penerbangan menuju Larnaca serta seluruh rute Teluk atau Timur Tengah  hingga Selasa (3/3/2026) besok.

Baca Juga: Perang AS-Israel vs Iran Picu Kekacauan Transportasi Udara, Terburuk Sejak Pandemi

Berdasarkan data dari 74 penerbangan internasional menuju Timur Tengah, ebih dari 25.000 penumpang diperkirakan terdampak dalam satu hari. Demikian dilansir dari Reuters, Senin (2/3/2026).

Penutupan wilayah udara Timur Tengah memaksa maskapai mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari zona konflik. Sebelumnya, jalur udara Iran dan Irak menjadi alternatif penting sejak perang Rusia-Ukraina mulai 2021 lalu, yang membatasi ruang udara di kawasan tersebut. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Kekacauan Penerbangan Global #Iran War #perang iran #perang AS Israel vs Iran