batampos - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran secara resmi mengonfirmasi tewasnya dua tokoh penting dalam struktur keamanannya akibat serangan yang dikaitkan dengan Israel.
Peristiwa ini dinilai sebagai pukulan besar terhadap kepemimpinan Iran di tengah konflik yang terus berkembang.
Pemerintah Iran menyebut bahwa Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dan Gholamreza Soleimani, komandan milisi Basij di bawah Garda Revolusi, tewas dalam serangan terpisah yang terjadi di Teheran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengonfirmasi bahwa Gholamreza Soleimani, komandan milisi keamanan internal IRGC, telah tewas dalam serangan terpisah.
Basij adalah pasukan paramiliter sukarelawan di bawah IRGC yang didirikan setelah Revolusi 1979. Basij bertugas menjaga keamanan dalam negeri di seluruh wilayah.
Pejabat Israel mengklaim serangan tersebut merupakan operasi militer terarah yang menargetkan petinggi keamanan Iran.
Langkah ini sebagai pukulan besar terhadap struktur kepemimpinan Iran di tengah konflik yang terus meningkat.
Ali Larijani dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran, termasuk dalam kebijakan keamanan dan negosiasi strategis negara.
Kematian dua pejabat tinggi terjadi di tengah perang Iran Israel yang telah berlangsung beberapa minggu dan menimbulkan korban besar serta ketegangan global.
Sebagai respon, Iran langsung melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke wilayah Israel dan kawasan sekitarnya.
Konflik juga berdampak luas, termasuk gangguan jalur energi global seperti Selat Hormuz yang vital bagi distribusi minyak dunia.
Basij dan pasukan keamanan internal lainnya sejauh ini juga menjadi target serangan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel selama perang berlangsung.
Serangan dinilai sebagai salah satu eskalasi paling serius dalam konflik Timur Tengah saat ini.
Sejumlah negara dan pihak internasional mengecam aksi dan memperingatkan risiko perang regional yang lebih luas.(*)
Editor : Juliana Belence