batampos – Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon akhirnya dipulangkan ke Tanah Air dan dimakamkan di kampung halaman masing-masing, Sabtu (4/4) malam.
Ketiga jenazah diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju daerah asal keluarga di Cimahi (Jawa Barat), Magelang (Jawa Tengah), dan Kulon Progo (DI Yogyakarta).
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat. Presiden Prabowo Subianto turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon.
Baca Juga: Hujan Badai tewaskan 121 Orang di Afghanistan dan Pakistan Dalam Dua Pekan
Dua jenazah, yakni Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, diterbangkan menggunakan pesawat TNI AU Super Hercules C-130J menuju Yogyakarta. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Magelang dan Kulon Progo untuk dimakamkan.
Sementara itu, jenazah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar diterbangkan menggunakan pesawat CN-295 menuju Bandung, sebelum dibawa ke rumah duka di Cimahi.
Selain Presiden Prabowo, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga hadir dalam prosesi tersebut. Ia mengenakan baret biru khas pasukan penjaga perdamaian PBB, mengingat pernah terlibat langsung dalam misi serupa.
Upacara berlangsung singkat namun penuh penghormatan. Setelah doa dan penghormatan terakhir, peti jenazah langsung dimasukkan ke dalam pesawat untuk diberangkatkan ke daerah asal masing-masing.
Di rumah duka, keluarga telah bersiap menyambut kedatangan jenazah. Sejumlah persiapan dilakukan, mulai dari penataan ruang hingga penyediaan tempat persemayaman.
Baca Juga: Trump Beri Waktu 48 Jam Bagi Iran Buka Kembali Selat Hormuz
Perwakilan keluarga di Cimahi menyebut persiapan telah dilakukan sejak pagi hari sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Presiden Prabowo juga menyempatkan diri menemui keluarga korban di bandara. Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moral kepada para keluarga yang ditinggalkan.
Ketiga prajurit tersebut gugur saat menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB di Lebanon Selatan. Kepergian mereka menjadi duka mendalam bagi TNI dan bangsa Indonesia. (*)
Editor : M Tahang