Iran Tantang Ultimatum Donald Trump, Ketegangan di Selat Hormuz Memanas

Juliana Belence • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 09:15 WIB
Iran menolak ultimatum Amerika Serikat dengan tegas. (x.com/SprinterPress)
Iran menolak ultimatum Amerika Serikat dengan tegas. (x.com/SprinterPress)

batampos - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.

Jalur strategis yang menjadi nadi distribusi minyak dunia itu kini berada di pusat konflik.  Donald Trump memberikan batas waktu kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Iran akan menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur penting jika masih ditutup. Ia bahkan mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika tuntutan tidak dipenuhi.

Donald Trump menegaskan bahwa Iran bisa dihancurkan dalam satu malam. Konflik kedua negara terus berlanjut yang mempertegas retorika militer.

"Negosiasi tidak bisa dilakukan di bawah tekanan militer," ujar Pemerintah Iran, dikutip dari The Washington Post, Selasa (7/4).

Baca Juga: Kepala Intelijen IRGC Tewas, Iran Tuduh AS-Israel Dalang Serangan

Iran bahkan menolak ultimatum serta menyebut ancaman dari Trump sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Iran memperingatkan bahwa setiap serangan dari AS akan dibalas dengan tindakan yang lebih besar.

Balasan bisa berupa serangan menghancurkan dan meluas terhadap target musuh di kawasan. Iran dikabarkan siap menargetkan fasilitas energi maupun sekutu AS di kawasan Teluk jika konflik meningkat.

Iran juga menolak proposal gencatan senjata sementara yang diajukan Amerika Serikat dan mediator internasional. Iran menginginkan perjanjian permanen, termasuk pencabutan sanksi.

Iran mengajukan proposal damai berisi 10 poin, tetapi dianggap belum cukup oleh Amerika Serikat. Konflik ini merupakan bagian dari krisis besar di Selat Hormuz yang telah mengganggu pasokan energi global. 

Jalur ini menyumbang sekitar 20% distribusi minyak dunia, sehingga ketegangan berdampak langsung pada ekonomi global.(*)

Editor : Juliana Belence
ultimatum amerika serikat ancaman selat hormuz iran