Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Imbas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak

Chahaya Simanjuntak • Sabtu, 11 April 2026 | 18:30 WIB
Risiko mengganti BBM.
ILUSTRASI BBM yang harnya meningkat tajam di pasar energi global, imbas perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.

Batampos - Sengketa dan buka-tutupnya Selat Hormuz oleh Iran berdampak signifikan terhadap pasar energi global. Aktivitas on-off ini memicu lonjakan harga minyak dan gas yang sangat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Minyak mentah Brent yang sebelumnya berada di kisaran 72 dolar AS (Rp 1,22 juta) per barel pada akhir Februari, sempat melonjak hingga hampir 120 dolar AS (2.040.000) pada akhir Maret lalu. Meski sempat turun di bawah 100 dolar AS setelah gencatan senjata sementara, harga tetap berada di level tinggi.

Dampak kenaikan ini juga dirasakan langsung oleh konsumen. Di AS, harga rata-rata bensin mencapai 4,15 dolar AS per galon pada April berjalan ini. Nilainya naik dari 3,45 dolar AS sebulan sebelumnya.

Baca Juga: Disnaker: 75 Persen Pengangguran Kepri Terkonsentrasi di Batam

Penutupan jalur vital tersebut menyebabkan gangguan distribusi energi global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah.

Meski AS kini lebih mandiri dalam pasokan energi, kenaikan harga global tetap memengaruhi pasar domestik.

Dalam negosiasi damai, pembukaan kembali jalur pelayaran menjadi syarat utama dari pihak AS. Namun hingga kini, Iran hanya mengizinkan sebagian kecil kapal untuk melintas, khususnya negara-negara sekutunya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#amerika serikat #selat hormuz #harga minyak dunia #perang iran