Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kementan Percepat Rehabilitasi 6.451 Hektare Sawah Pascabencana di Sumbar

JawaPos • Selasa, 19 Mei 2026 | 17:27 WIB
Kementan mempercepat pemulihan lahan agar petani dapat kembali berproduksi di Sumatra Barat. Foto: Kementan via Jawa Pos
Kementan mempercepat pemulihan lahan agar petani dapat kembali berproduksi di Sumatra Barat. Foto: Kementan via Jawa Pos

batampos – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan aktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di daerah terdampak.

Melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatra Barat, Kementan melakukan pengawalan program rehabilitasi lahan secara terpadu bersama pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.

Berdasarkan data Kementan, total lahan sawah terdampak bencana di Sumatra Barat mencapai 6.451 hektare yang tersebar di 14 kabupaten dan kota. Penanganan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan lahan kategori rusak ringan dan sedang agar petani dapat segera kembali berproduksi.

Baca Juga: Harga Minyak RI Melambung di Tengah Ketegangan Iran-AS

Menteri Pertania,n Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah pusat menanggung biaya rehabilitasi lahan pertanian, termasuk perbaikan irigasi dan bantuan sarana produksi pertanian.

“Sawah yang rusak diperbaiki oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung pemerintah pusat. Benih dibantu gratis, pengolahan tanah dan perbaikan irigasi juga dibantu,” ujar Amran.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, mengatakan pihaknya mendapat mandat untuk mengawal pemulihan sektor pertanian pascabencana agar berjalan cepat dan tepat sasaran.

Menurut dia, rehabilitasi tidak hanya fokus pada pemulihan fisik lahan, tetapi juga pendampingan kepada petani agar produktivitas pertanian dapat kembali meningkat.

Baca Juga: Ringgit Malaysia Bersinar, Mata Uang Terkuat Kedua di Asia 2026

“BRMP hadir memastikan rehabilitasi berjalan sesuai kebutuhan wilayah terdampak dan berbasis penerapan teknologi pertanian,” kata Fadjry, Senin (18/5/2026).

Rehabilitasi lahan meliputi pembersihan area terdampak, pengolahan tanah, penataan drainase dan irigasi, hingga pengambilan sampel tanah untuk menyusun rekomendasi pemupukan spesifik lokasi.

Kepala BRMP Sumatra Barat, Salwati, menjelaskan pengujian tanah dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi tanah akibat banjir dan endapan material pascabencana.

“Hasil pengujian laboratorium menjadi dasar penyusunan langkah pemulihan lahan agar produktivitas sawah masyarakat dapat kembali optimal,” ujar Salwati.

Baca Juga: Mengenal Alutsista Baru TNI AU yang Diserahkan Prabowo

Hingga saat ini, sekitar 2.100 hektare lahan telah memasuki tahap pertanaman kembali. Sementara rehabilitasi fisik lahan seluas 3.049,89 hektare di 11 kabupaten dan kota telah memasuki tahap konstruksi.

Untuk mendukung percepatan pemulihan, Kementan juga menyalurkan bantuan benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta sarana produksi lainnya kepada kelompok tani terdampak.

Kementan memastikan pengawalan rehabilitasi akan terus dilakukan melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, perguruan tinggi, TNI, dan kelompok tani agar sektor pertanian Sumatra Barat segera pulih secara berkelanjutan. (*)

Editor : M Tahang
#kementan #Sumatra Barat #rehabilitasi lahan pertanian #bencana hidrometeorologi