"Kendalanya, tidak ada akses masuk mobil Damkar ke lokasi titik api," ungkap Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi ditemui, Rabu (8/1/2025).
Dia menjelaskan, awalnya petugas menerima laporan adanya kebakaran lahan dari warga sekitar pukul 14.28 WIB.
"Informasi dari salah seorang warga yang kebetulan lewat dan melihat kebakaran," kata dia.
Informasi itu, kata dia, diteruskan ke petugas piket Damkar Tanjunguban. Kemudian, petugas Damkar bergerak ke lokasi untuk memadamkan api.
Karena tidak adanya akses masuk mobil Damkar ke lokasi titik api, dia mengatakan, petugas memadamkan api dengan metode manual.
"Kita keprok-keprok saja, tapi semangat anggota luar biasa memadamkan api," katanya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB.
Dia mengimbau ke masyarakat untuk tetap waspada karena cuaca panas dan angin kencang.
"Jangan membakar lahan sembarangan, karena potensi angin kencang dapat membahayakan lokasi di sekitarnya," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung