Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Masyarakat Desa Ekang Anculai Diajarkan Membatik

Slamet Nofasusanto • Senin, 20 Oktober 2025 | 10:02 WIB
Masyarakat Desa Ekang Anculai diajarkan membatik dalam workshop membatik di Rumah Batik Bintan di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (19/10).
Masyarakat Desa Ekang Anculai diajarkan membatik dalam workshop membatik di Rumah Batik Bintan di Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (19/10).

batampos- Rumah Batik Bintan bersama mahasiswa KKN STIE Pembangunan menggelar workshop membatik untuk memberdayakan masyarakat Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (19/10).

Kegiatan ini disambut antusias warga yang berkesempatan belajar langsung membatik.

Pengelola Rumah Batik Bintan, Tri Jatmiko menjelaskan bahwa workshop membatik ini adalah hasil kolaborasi dengan STIE Pembangunan Tanjungpinang dan Baznas Bintan.

Peserta yang terdiri dari masyarakat desa dan mahasiswa KKN diajarkan proses pembuatan batik, mulai dari membuat pola dengan pensil, kemudian mencanting dengan lilin (malam) yang dipanaskan.

Setelah itu, kain batik diwarnai dengan pewarna sintetis atau alami.

Untuk memastikan warna tidak luntur, dilakukan proses fiksasi. Terakhir lilin dilepas (melorot) dan kain batik dibilas dengan air hingga menghasilkan motif batik yang indah.

Kades Ekang Anculai, Zaili Adi mendukung penuh kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN STIE Pembangunan bersama Rumah Batik Bintan.

Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keahlian masyarakat desa dalam membatik, sehingga dapat mendukung produksi maupun penjualan batik ke wisatawan mancanegara.

"Harapannya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat desa," ujarnya.

Ketua P3M STIE Pembangunan, Rachmad Chartady mengapresiasi Kelompok 12 KKN di Desa Ekang Anculai yang bekerja sama dengan Rumah Batik Bintan dalam program pemberdayaan masyarakat melalui workshop membatik.

Ia berharap program ini dapat memberdayakan masyarakat desa sehingga Rumah Batik Bintan dapat mengandalkan tenaga kerja lokal untuk memenuhi pesanan.

Warga Margosari, Desa Ekang Anculai, Wahidah merasa senang mengikuti workshop membatik karena sebelumnya tidak tahu cara membatik.

Ia mengaku proses membatik, terutama mencanting, cukup sulit tapi menyenangkan.

"Cukup sulit tapi lama-lama asyik," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk mendukung produksi batik di Bintan. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#kkn #baznas #batik