Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Ayam Potong di Pasar Baru Tanjunguban Bintan Naik, Pedagang Kurangi Jatah Pembeli

Slamet Nofasusanto • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:35 WIB
Lapak pedagang ayam potong, Sukardi di Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (17/12).
Lapak pedagang ayam potong, Sukardi di Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (17/12).

batampos- Harga ayam potong di Pasar Baru, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara naik menjadi Rp 44 ribu per kilogram.

Pedagang ayam potong di Pasar Baru, Tanjunguban, Sukardi mengatakan bahwa harga ayam potong naik dari Rp 42 ribu per kilogram menjadi Rp 44 ribu per kilogram sejak dua hari lalu.

Ia mengatakan informasi diperoleh bahwa stok ayam potong di Bintan menipis, namun permintaan ayam potong justru meningkat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Ia biasanya menjual 250 kilogram ayam potong per hari, tapi kini hanya dijatah 200 kilogram per hari.

Ia menyiasati kekurangan stok ayam potong dengan mengurangi jumlah pembelian per pelanggan.

"Misalnya ada pelanggan yang minta 10 kilogram, dikurangi 3 kilogram menjadi 7 kilogram, biar semua pembeli bisa dapat," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat menstabilkan harga ayam potong dan harga kebutuhan lainnya serta dapat mengembalikan perekonomian ke kondisi normal.

Penjual ayam potong di Jalan Nipah, Tanjunguban, Anwar masih menjual ayam potong seharga Rp 37 ribu per kilogram namun ayam utuh per ekor.

"Kita jual per ekor, ayam utuh, beratnya ada yang 1,5 kg, ada yang 1,8 kg. Per kilonya Rp 37 ribu, kita timbang hidup," katanya.

Ia mengakui stok ayamnya menipis. Biasanya dia mendapat 50 ekor ayam hidup, sekarang hanya 30 ekor.

"Iya dijatah, katanya ayam langka, kemungkinan tahun baru ini, ayam tidak ada," katanya.

"Kalau penjualan ayam tergantung, kadang 50 ekor habis per hari, kalau pas sepi, hanya 10 ekor yang terjual," tambahnya.

Pembeli di Pasar Baru Tanjunguban, Astrie mengaku pusing dengan kenaikan harga kebutuhan.

"Cabai merah sudah Rp 10 ribu per ons, ayam juga naik 2 ribu per kilogram, kita tetap beli sedikit-sedikit karena kebutuhan," katanya.

Dia mengaku kesulitan mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Penghasilan pas-pasan, harga naik terus," keluh wanita yang bekerja sebagai penjaga anak ini. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#daging ayam