Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Azura, Kuda Betina dari Tanah Batak jadi Primadona Wisatawan di Gurun Pasir Busung

Ihsan Imaduddin • Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:30 WIB

AZURA, kuda asal Siborong-borong, Tapanuli Utara yang menjadi hewan pelengkap bagi turis di Desa Wisata Gurun Pasir Busung, Bintan. F Ihsan/Batam Pos
AZURA, kuda asal Siborong-borong, Tapanuli Utara yang menjadi hewan pelengkap bagi turis di Desa Wisata Gurun Pasir Busung, Bintan. F Ihsan/Batam Pos

Batampos - Di tengah hamparan pasir keemasan Gurun Pasir Busung di Kabupaten Bintan, ada satu sosok yang selalu mencuri perhatian setiap pengunjung. Bukan manusia, bukan pula bangunan megah, melainkan seekor kuda betina bernama Azura yang berdiri anggun di bawah terik matahari.

Dengan bulu yang mengilap dan sorot mata yang teduh, Azura seakan menjadi jiwa dari tempat wisata itu. Setiap langkah kakinya di atas pasir seolah menyatu dengan semilir angin yang berhembus lembut di kawasan gurun buatan tersebut. 

Azura bukan kuda sembarangan. Ia adalah primadona, sahabat para wisatawan, sekaligus ikon yang memberi warna tersendiri bagi Gurun Pasir Busung yang kini semakin ramai dikunjungi. 

Baca Juga: Dilepas Wakil Bupati, Perwira Penghubung Kodim Natuna Pindah Tugas di Kodam XIX Tuanku Tambusai

Kuda betina berusia sekitar delapan tahun ini berasal dari Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Dari tanah Batak yang sejuk, Azura menempuh perjalanan panjang hingga akhirnya berlabuh di tanah melayu Bintan.

Sejak tahun 2024 lalu, Azura resmi menjadi bagian dari kehidupan Gurun Pasir. Di tempat baru ini, ia menemukan rumah kedua, sekaligus peran penting dalam menyambut wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

Setiap hari, Azura dengan sabar melayani pengunjung yang ingin merasakan sensasi menunggangi kuda. Dengan langkah pelan dan sikap yang tenang, ia membawa wisatawan berkeliling di atas hamparan pasir yang luas.

Tak ada kesan liar atau gelisah pada diri Azura. Ia seolah mengerti bahwa di atas punggungnya ada harapan, rasa penasaran, dan kebahagiaan orang-orang yang ingin merasakan pengalaman baru.

Banyak anak-anak hingga orang dewasa yang awalnya ragu, namun berubah menjadi tersenyum setelah beberapa menit berada di atas pundaknya. Azura menghadirkan rasa aman yang membuat ketakutan perlahan memudar.

Salah satu yang merasakan pengalaman itu adalah Yolana, wisatawan nusantara asal Kabupaten Kepulauan Anambas. Perempuan berusia 27 tahun ini tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat pertama kali menunggangi kuda. 

Bagi Yolana, bertemu Azura adalah momen yang tak akan terlupakan. Seumur hidupnya, baru kali ini ia berani mencoba naik ke atas punggung seekor kuda. “Baru kali ini tunggangi kuda, awalnya takut jatuh, lama-lama jadi senang aja,” kata Yolana sambil tersenyum, mengenang detik-detik ketika Azura mulai melangkah perlahan di atas pasir.

Baca Juga:  Armada Triathlon 2024 Jadi Ajang Promosi Wisata Bintan

Ketakutan yang sempat menggelayuti hatinya pelan-pelan sirna, berganti dengan rasa percaya. Azura seolah mengajaknya berdamai dengan rasa cemas, lalu menggantinya dengan kegembiraan sederhana.

Di atas punggung Azura, Yolana merasa seperti sedang mengukir cerita baru dalam hidupnya. Bukan tentang keberanian besar, tetapi tentang berani mencoba hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. 

Bagi banyak pengunjung, Azura bukan hanya wahana wisata. Ia adalah pengalaman hidup, guru kecil tentang kesabaran dan ketenangan di tengah dunia yang serba cepat.

Setiap langkah Azura di Gurun Pasir Busung membawa cerita dari satu pengunjung ke pengunjung lainnya. Ada tawa, ada rasa kagum, dan ada pula kenangan yang akan dibawa pulang.

Di balik tubuhnya yang kokoh, Azura menyimpan kelembutan yang jarang dimiliki. Ia setia menjalani rutinitasnya, menemani siapa pun yang ingin merasakan indahnya berjalan di atas pasir bersama seekor kuda.

Kini, Azura telah menjadi bagian penting dari denyut wisata di Desa Busung.Ia bukan sekadar hewan, melainkan sahabat yang menghubungkan manusia dengan alam dan ketenangan.

Di Gurun Pasir yang panas dan luas itu, Azura berdiri sebagai simbol kehangatan. Seekor kuda betina dari tanah jauh yang kini menjadi sumber senyum, keberanian, dan kenangan bagi siapa pun yang menemuinya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Gurun Pasir Busung #Azura Kuda Primadona Desa Wisata Busung #Azura Kuda Siborongborong #Wisata Bintan