Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Cuaca Panas dan Keterbatasan Armada Jadi Kendala Damkar Tanjunguban Tangani Kebakaran

Slamet Nofasusanto • Rabu, 21 Januari 2026 | 11:00 WIB

PETUGAS Damkar Tanjunguban berusaha memadamkan api yang membakar lahan di jalan Sekera, Tanjunguban, pada Senin (19/1/2026) malam. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos
PETUGAS Damkar Tanjunguban berusaha memadamkan api yang membakar lahan di jalan Sekera, Tanjunguban, pada Senin (19/1/2026) malam. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos

Batampos -  Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, pihaknya menerima enam laporan kebakaran lahan yang terjadi dalam satu hari di wilayah kerja Damkar Tanjunguban, Senin (19/1/2026).

Ia menyebut faktor cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kejadian kebakaran. "Kebakaran diduga dipicu oleh cuaca panas disertai angin kencang," kata Panyodi.

Selain faktor cuaca, Panyodi mengungkapkan, keterbatasan armada dan personel menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran di wilayah Tanjunguban dan sekitarnya.

"Saat ini kami hanya memiliki satu unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil suplai air. Keterbatasan personel juga menjadi tantangan," jelasnya.

Ia mencontohkan, dalam beberapa kejadian sebelumnya, satu regu piket harus menangani hingga tiga laporan kebakaran yang masuk dalam waktu hampir bersamaan. Namun karena keterbatasan personel, hanya dua titik yang bisa ditangani secara langsung.

Baca Juga: Karhutla di Sekera, Enam Kebakaran Terjadi dalam Sehari di Bintan Utara

"Wilayah kerja Damkar Tanjunguban sangat luas, meliputi tiga kecamatan. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri," ujarnya.

Panyodi berharap ke depan Kecamatan Teluk Sebong dapat memiliki unit pemadam kebakaran sendiri guna membantu penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

"Wilayah kita terlalu luas. Kami berharap Teluk Sebong punya unit sendiri. Jika mereka membutuhkan bantuan, tentu kami siap mengcover," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah maupun lahan, karena berpotensi memicu meluasnya kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang saat ini. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#karhutla #Tanjunguban #kebakaran lahan