Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Waduk Sei Jago Susut ke Batas 56 Cm, Layanan Air Bersih ke Pelanggan Dikurangi

Slamet Nofasusanto • Kamis, 5 Februari 2026 | 14:30 WIB
Petugas PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban mengecek kondisi ketinggian air di waduk Sei Jago Tanjunguban, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Petugas PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban mengecek kondisi ketinggian air di waduk Sei Jago Tanjunguban, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

Batampos - Ketinggian air waduk Sei Jago, Tanjunguban, Bintan, terus menyusut.Ketinggian air waduk tercatat sekitar 56 sentimeter, turun dari beberapa hari sebelumnya yang mencapai 71 sentimeter, Rabu (4/2/2026).

Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito mengatakan bahwa penurunan ketinggian air waduk salah satunya disebabkan oleh kemarau. "Iya menyusut terus, belum ada hujan," ujarnya.

Akibatnya, PDAM terpaksa mengurangi jam layanan air ke pelanggan. Misalnya, pelanggan di wilayah kota Tanjunguban yang sebelumnya mendapatkan air dari sekitar pukul 04.00 WIB hingga 15.00 WIB, kini hanya mendapatkan air dari pukul 04.00 WIB hingga 10.00 WIB.

"Daerah kota itu dari jam 4 subuh kemudian jam 10 pagi dah habis air," kata Sugito.

Ia mengatakan tidak bisa memaksakan air mengalir sampai sekitar pukul 15.00 WIB karena dapat menyebabkan air cepat habis.

Kondisi ini terpaksa dilakukan agar pelanggan di daerah lainnya di Tanjunguban juga mendapatkan pasokan air dari PDAM.

"Jadi setelah penyaluran ke pelanggan di wilayah kota disetop, kemudian kita alirkan ke pelanggan di daerah lain," katanya.

Sugito mengatakan bahwa kondisi ini telah dilaporkan ke PDAM Tirta Kepri di Tanjungpinang.

"Kami sudah melapor, tapi kondisinya kemarau merata, waduk di lainnya susut juga," katanya.

Terkait kondisi ini, Sugito mengatakan sudah ada pelanggan yang mengeluh soal air yang biasanya mengalir sampai malam, tapi saat ini tidak.

Ia mengimbau pelanggan untuk menghemat penggunaan air. "Harus pandai mengatur, kalau tidak air cepat habis," katanya.

Sementara warga Tanjunguban, Nopi mengatakan bahwa kemarau membuat air di sumurnya kering.

"Kita bukan pelanggan PDAM tapi pakai sumur hanya kondisi sumur mulai kering," katanya.

Ia berharap ada pembagian air dari pemerintah sehingga masyarakat yang terdampak musim kemarau bisa terbantu. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#bintan #Waduk Sei Jago #krisis air bersih