Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

IRT di Bintan Tewas Kecelakaan Tunggal Saat Jemput Cucu, Tali Tas Diduga Terlilit Gir Motor

Slamet Nofasusanto • Kamis, 23 April 2026 | 15:40 WIB
SUASANA rumah duka korban laka tunggal di RT 004 RW 009, Kampung Purwodadi, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (22/4/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
SUASANA rumah duka korban laka tunggal di RT 004 RW 009, Kampung Purwodadi, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (22/4/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

Batampos -  Kabar duka terjadi di Bintan. Seorang ibu rumah tangga (IRT), Yarmi,51, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lama Tanjungpinang–Tanjunguban Kilometer 64, Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB lalu.

Korban merupakan warga RT 004 RW 009, Kampung Purwodadi, Desa Ekang Anculai, Kecamatan Teluk Sebong. Insiden tragis ini sempat terekam video yang beredar di masyarakat, memperlihatkan korban tergeletak di aspal dengan mengenakan helm hitam, sementara warga dan petugas kesehatan berupaya memberikan pertolongan.

Salah satu saksi mata, Suhaiti, warga Kampung Ekang Darat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, mengaku awalnya mendengar teriakan keras yang membuat dia berlari dari dalam rumahnya.

Baca Juga: X Integrasikan Grok ke Timeline, AI Kini Kurasi Konten Sesuai Minat Pengguna

“Saya dengar teriakan, lalu ada suara ‘gubrak’, baru saya langsung lari keluar,” ujar Suhaiti, Rabu (22/4/2026) kemarin.

Saat tiba di lokasi, ia melihat korban sudah dalam posisi telungkup bersama dua anak kecil. Ia berusaha menyelamatkan keduanya, namun mengalami kesulitan karena anak-anak tersebut terikat kain pada tubuh korban.

“Saya mau tarik tidak bisa, ternyata kedua anak itu diikat pakai kain, jadi jatuh semua,” jelasnya.

Setelah meminta bantuan warga lain untuk melepaskan ikatan, Suhaiti akhirnya berhasil menyelamatkan kedua anak tersebut dan membawanya ke rumah. Ia juga melihat tali tas dan jas hujan korban terlilit di gir sepeda motor.

Sekitar 30 menit setelah kejadian, ambulans datang dan membawa korban ke Puskesmas terdekat. Namun nyawa korban tidak tertolong.

Baca Juga: Begal Sadis di Piayu, Driver Online Dianiaya dan Motor Raib

Suami korban, Saam,57,, mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Ia mengatakan tidak memiliki firasat apa pun sebelum istrinya meninggal dunia. “Pagi dia masih sempat buatkan sarapan sebelum saya berangkat kerja,” ungkapnya.

Saam menerima kabar kecelakaan sekitar pukul 11.00 WIB saat berada di kawasan Lagoi. Ia sempat berencana menyusul ke rumah sakit, namun tak lama kemudian mendapat kabar  sang istri telah meninggal dunia.

Menurutnya, sebelum kecelakaan terjadi, korban sempat menjemput keponakan mereka yang berusia 2 tahun, lalu menjemput cucu berusia 6 tahun yang baru selesai mengikuti pawai di Sungai Kecil. “Posisi di motor, istri di depan, keponakan di tengah, cucu di belakang,” jelasnya.

Ia menduga kecelakaan terjadi akibat tali tas korban yang menjuntai hingga terlilit ke gir roda sepeda motor. Meski demikian, kedua anak yang dibonceng berhasil selamat.

Kini, Saam harus melanjutkan hidup bersama anak bungsunya yang masih duduk di bangku SMP. “Kami tinggal berdua sekarang, karena anak yang paling besar sudah menikah,” pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#bintan #kecelakaan tunggal