Batampos - Sebanyak 1.000 bibit pohon bakau ditanam di pesisir sekitar Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT), Lagoi, Bintan, pada Jumat (24/4/2026).
Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh 22 April 2026 setiap tahunnya.
Ketua Umum Forum Pelabuhan Sehat BBT, Ray Manaek mengatakan, kawasan pesisir kini menghadapi tekanan semakin besar akibat degradasi ekosistem hutan bakau karena konversi lahan dan pembangunan.
Data menunjukkan, Indonesia telah kehilangan jutaan hektare hutan bakau sejak 1980-an, dengan sekitar 700 ribu hektare lainnya kini berada dalam kondisi rusak.
Di tengah kondisi itu, menurut Ray, rehabilitasi mangrove menjadi langkah penting. Mangrove berperan sebagai benteng alami pesisir yang mampu menahan abrasi, menyerap karbon, serta menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di wilayah pantai.
Momentum Hari Bumi dimanfaatkan sebagai pengingat pentingnya peran tersebut.
"Pelabuhan BBT sebagai salah satu pelabuhan sehat di Lagoi, Bintan melakukan aksi menanam 1.000 bibit bakau sebagai bagian dari inisiatif menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan pelabuhan," jelas Ray.
Baca Juga: Jalan Tanjung Riau Gelap dan Rusak, Warga Khawatir Rawan Kejahatan
Ray menambahkan, hutan bakau memiliki fungsi ekologis yang signifikan.
Selain menahan abrasi, vegetasi ini menjadi penyerap karbon dan habitat bagi berbagai biota laut.
Karena itu, keberadaan mangrove berdampak pada lingkungan sekaligus keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.
Ia berharap, penanaman tidak berhenti pada kegiatan seremonial memperingati Hari Bumi saja, tetapi berlanjut pada pemantauan dan perawatan agar mangrove dapat tumbuh optimal.
"Ke depan, langkah-langkah serupa dinilai perlu terus diperkuat, mengingat semakin pentingnya menghadapi tantangan perubahan lingkungan untuk kelestarian bumi bagi generasi yang akan datang," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak