batampos – Upaya mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat membawa Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Pensosmas Bintan, Miswanto, masuk dalam daftar calon penerima penghargaan Kalpataru 2026 kategori Pembina Lingkungan.
Nama Miswanto diumumkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama 24 kandidat lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Penghargaan Kalpataru 2026 terdiri atas lima kategori, yakni Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan, Pembina Lingkungan, dan Kalpataru Yuvan.
Baca Juga: Diduga Terlibat Narkoba, Penumpang KM Tidar Diamankan Polisi di Bintan
Pada kategori Pembina Lingkungan, Miswanto bersaing dengan tiga kandidat lain melalui inovasi pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang dijalankan lewat BSI Pensosmas.
Warga Kampung Kamboja, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara itu mulai membangun sistem pengelolaan sampah di Bintan sejak 2021.
Lewat program ojek sampah dan sedekah sampah, Miswanto memadukan pengelolaan lingkungan dengan pendekatan sosial dan religius. Program tersebut kini berkembang hingga dikenal di tingkat nasional.
Saat ini, BSI Pensosmas memiliki 795 nasabah aktif dan membina 21 bank sampah yang tersebar di wilayah Padang, Pekanbaru, dan Batam.
Program yang awalnya hanya dijalankan di tingkat kelurahan tersebut kini berkembang menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat regional.
Baca Juga: Puluhan Siswa Dikmata TNI AL di Tanjunguban Resmi Dilantik Jadi Prajurit
Selain membantu mengurangi persoalan sampah, program itu juga dinilai mampu mendukung ketahanan iklim sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Mohon doa dan dukungannya semoga semua berjalan lancar,” ujar Miswanto.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bintan, Asri, mengatakan awalnya terdapat lima kelompok masyarakat yang direncanakan diusulkan mengikuti seleksi Kalpataru 2026.
Kelompok tersebut terdiri atas Pengudang Mangrove, BSI Pensosmas, BSU Kharisma, Gudem Bee Farm, dan penggiat lingkungan Kirno.
Baca Juga: Jual HP Curian di Marketplace, Dua Pelaku Curat di Bintan Timur Dibekuk
Namun hingga batas akhir pendaftaran Mei 2026, hanya dua kelompok yang resmi mendaftar, yakni BSI Pensosmas dan Pengudang Mangrove.
“Sementara tiga kelompok lainnya belum siap dan direncanakan untuk tahun depan,” kata Asri, Minggu (10/5/2026).
Usulan tersebut kemudian diteruskan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri. Setelah melalui seleksi administrasi, hanya BSI Pensosmas yang dinyatakan lolos sebagai calon penerima penghargaan Kalpataru 2026.
Asri berharap capaian tersebut dapat membawa nama Bintan semakin dikenal di tingkat nasional melalui gerakan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. (*)
Editor : M Tahang