Batampos - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tambelan, Bintan sempat terhenti sepekan sebelum libur sekolah. Hal ini berdampak langsung ke para siswa dan orangtua yang mengaku terbeban lantaran harus mengeluarkan uang saku.
Rima, guru SMP di Tambelan, mengaku program MBG telah dirasakan orangtua dan siswa di daerah pesisir. Saat MBG tidak ada, banyak orangtua dan anak yang langsung merasakan dampaknya.
"Pas satu minggu tidak ada MBG, lumayan pada nyari anak-anak, kenapa tidak ada MBG," kata Rima.
Bagi orangtua, MBG juga meringankan beban para orangtua karena memotong pengeluaran harian.
Dengan adanya makan siang dari sekolah, siswa cukup makan sekali di sekolah sehingga uang saku yang dibawa dari rumah bisa dikurangi.
Baca Juga: Netflix dan Night School Studio Hadirkan UNHINGED, Gim Horor Interaktif dengan Konsep Unik
"Harusnya keluar uang untuk makan dua kali, jadi hanya sekali karena ada MBG," katanya.
Namun saat MBG dihentikan sementara, ia mengatakan, sebagian orangtua terpaksa menambah uang saku karena siswa pulang sekolah sekitar pukul 14.30 WIB sehingga tetap butuh makan di sekolah.
Ia berharap, distribusi MBG kembali berjalan lancar setelah libur sekolah.
Ia juga mengusulkan menu lebih beragam dan rasanya ditingkatkan.
Baca Juga: Batam Harus Jadi Bukti Indonesia Mampu Eksekusi Investasi Lebih Cepat dan Kompetitif
Kepala SPPG Tambelan, Rianida Pasaribu memastikan, program MBG di Tambelan tidak dihentikan.
Namun saat ini, distribusi dihentikan sementara karena mengikuti surat edaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait libur sekolah.
"Tiga minggu kami tidak distribusi MBG karena libur sekolah," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, dapur MBG sempat tidak beroperasi selama sepekan sebelum libur sekolah karena dana operasional belum cair saat itu.
Namun, ia memastikan, MBG akan kembali disalurkan ke sekitar 1.600 penerima manfaat di Tambelan usai libur sekolah selesai. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak