Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tembus Seleksi Nasional, Putra Tanjungpinang Siap Kibarkan Merah Putih di Istana

Mohamad Ismail • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00 WIB
Muhammad Salman Farisi, Siswa SMA asal Tanjungpinang lolos seleksi Paskibraka Nasional. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Muhammad Salman Farisi, Siswa SMA asal Tanjungpinang lolos seleksi Paskibraka Nasional. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Rasa haru, bangga, sekaligus lega bercampur menjadi satu saat nama Muhammad Salman Farisi, siswa asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) diumumkan lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026. Perjuangan panjang yang dimulai sejak duduk di bangku kelas 10 SMA akhirnya membuahkan hasil.

REPORTER: MOHAMAD ISMAIL

DI balik keberhasilan Salman, tersimpan cerita tentang kerja keras, disiplin untuk menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional. Ceritanya itu dimulai saat ia baru duduk dibangku kelas 10 di SMA Negeri 1 Tanjungpinang.

Awalnya, Salman sama sekali tak tertarik untuk menjadi Paskibraka, ia berminat menjadi anak berprestasi melalui perlombaan-perlombaan akademisi saja. Terlebih, ia hanya memiliki pengalaman peraturan baris-berbaris, saat bergabung dalam ekstrakurikuler pasukan khusus (Pasus) saat menempuh pendidikan SMP.

Salman yang memiliki postur yang tegap mulai menjadi sorotan keluarga dan teman-temannya di sekolah. Dukungan agar Salman mengikuti seleksi Paskibraka pun mulai mengalir deras. Ia pun mulai tertarik dan mulai mempersiapkan diri.

"Atas dukungan dari orangtua, saya mulai menjadikan itu bahan untuk memikirkan kedepannya, sehingga saya sport untuk mengikuti Paskibraka ini," kata Salman, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Lahan Sengketa TNI AL dan Warga di Tanjunguban Bintan Dipetakan Pakai Drone

Saat memulai, pelajar berusia 16 tahun tersebut merasa mengalami ketertinggalan fisik dari teman-temannya. Sehingga, ia melakukan perkembangan fisik semaksimal mungkin. Seperti melakukan olahraga saat jam sekolah berakhir.

Namun, Salam juga tidak lupa untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, hingga kemampuan berbicara didepan umum atau public speaking. Terlebih, hal tersebut bakal diuji saat seleksi wawancara berlangsung. Semua itu dijalani dengan tekad yang kuat untuk membuktikan bahwa putra daerah Kepri mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.

"Seleksi yang berat adalah tahapan wawancara. Karena kita dilatih untuk pandai public speaking, lalu sikap tubuh kita, hingga wawasan kita sebagai warga negara," tambahnya.

Setelah melewati proses seleksi, ia merasa gugup bahkan merasa tidak akan lolos, karena memiliki saingan yang tangguh-tangguh. Namun, setelah namanya disebutkan, rasa syukur dan haru menjadi yang pertama muncul, disusul kelegaan setelah melalui berbagai proses seleksi yang tidak mudah. 

Salman mengakui, saat ini ia memikul tanggungjawab yang besar untuk membawa nama Kepri pada hari Kemerdekaan RI ke 81 di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang. Ia tidak berhenti belajar dan terus latihan fisik, agar mendapatkan posisi yang tersorot.

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Asing ke Batam Melonjak 49 Persen pada Mei 2026

Sebelum berangkat ke Jakarta pada awal Juli, Salman diminta untuk menjaga kesehatan, menjaga pola makan, hingga istirahat yang teratur. Hal itu perlu dilakukan, agar performanya tidak menurun.

"Rasa gugub harus dihilangkan. Karena saya membawa nama Kepri. Jika gugub, maka akan merusak performa," sebutnya.

Sementara mata sang ibu tampak berbinar saat menceritakan pencapaian putranya yang berhasil lolos sebagai Paskibraka Nasional 2026. Rasa bangga yang selama ini dipendam akhirnya pecah menjadi haru ketika perjuangan sang anak membuahkan hasil.

Bagi Silvina Asthri, ibu Salman menyebut keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi pribadi. Melainkan, sang anak kini memikul amanah besar untuk membawa nama keluarga, sekolah, dan Provinsi Kepri di tingkat nasional.

Perjalanan menuju titik tersebut tidaklah instan. Sang ibu menyampaikan keluarga selalu berusaha memberikan dukungan terhadap setiap cita-cita dan pilihan yang diambil anaknya. Bahkan, ketertarikan terhadap dunia paskibraka awalnya bukanlah hal yang direncanakan sejak lama.

Salman, kata dia sejak kecil lebih dikenal memiliki minat yang kuat di bidang akademik. Namun, keluarga melihat potensi lain yang bisa dikembangkan melalui kegiatan paskibraka. Dari situ, mereka mulai memberikan dorongan dan motivasi agar sang anak berani mencoba sesuatu yang baru.

"Kami hanya mendukung dan memberikan arahan. Awalnya dia lebih tertarik pada kegiatan akademis, tetapi setelah diberikan semangat dan dukungan, akhirnya ia mau mencoba mengikuti paskibraka," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Muhammad Salma Farisi #paskibraka