Batampos - Pemberlakuan kembali pas masuk pelabuhan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban membuat sejumlah sopir kendaraan memilih menunggu panumpang di luar pintu masuk pelabuhan.
Sopir bus wisata, Yanto mengaku, menjemput tamunya di luar pelabuhan. Alasannya, biaya bolak balik masuk pelabuhan dinilai memberatkan.
"Kita tunggu di luar saja, karena kalau bolak balek masuk pelabuhan lumayan biayanya," katanya.
Ia juga menilai sosialisasi minim. Sebagian sopir baru mengetahui aturan saat mengantar penumpang.
Keluhan serupa juga datang dari sopir taksi online, Dwi.
Ia kaget saat dikenakan biaya Rp 5 ribu untuk mobil. "Kalau 10 kali antar jemput harus bayar, ini memberatkan. Kami cuma lima menit," katanya.
Dwi mengusulkan keringanan 15 menit pertama tidak bayar seperti di rumah sakit.
Sebelumnya, Departemen Head Operasional dan Teknik Pelabuhan Pelabuhan ASDP Cabang Batam, Firdaus mengatakan, pas masuk pelabuhan sebenarnya sudah lama berlaku.
Baca Juga: Hotel dan Restoran Penyumbang Terbesar Food Waste, Pemprov Kepri Dorong Food Bank
"Dulu sudah diterapkan, tapi kita kurang tahu kenapa berhenti, lalu kembali diberlakukan atas permintaan pihak regional," katanya.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan terkait penerapan kembali pas masuk pelabuhan.
Menurutnya, pas masuk pelabuhan bertujuan untuk pendapatan dan ketertiban.
Selama ini, katanya, tanpa pas masuk pelabuhan, banyak kendaraan masuk dan memakirkan kendaraan dalam waktu lama tanpa pengawasan.
Firdaus menjelaskan perbedaan pas masuk dengan retribusi parkir.
Menurutnya, pas masuk dibayar saat kendaraan masuk pelabuhan, setelah itu, keluar bebas tanpa biaya tambahan. Adapun retribusi parkir dibayar saat keluar.
"Kalau pas masuk, saat masuk diberikan pas masuk dan keluar bebas. Tapi kalau parkir, masuk dulu keluar bayar," jelasnya.
Baca Juga: BGN Mulai Seleksi Ulang Penerima MBG, Sekolah Elite Dievaluasi
Untuk pengemudi yang sering bolak balik pelabuhan, ia mengatakan, pihak ASDP menyediakan pas masuk berlangganan dengan tarif lebih murah.
Pengurusannya dapat dilakukan langsung kepada petugas di pelabuhan.
"Datang ke petugas minta pas masuk pelabuhan berlangganan, itu lebih murah dibandingkan kalau bolak balik," katanya.
Ia mengatakan, saat ini sistem pas masuk pelabuhan masih dilakukan manual sambil menunggu sistem terintegrasi berjalan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak