Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mesin Pompong Rusak, Nelayan Bintan yang Hanyut Ditemukan Selamat

Slamet Nofasusanto • Rabu, 8 Juli 2026 | 10:44 WIB
Koordinator Operasi Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul (kanan) menyerahkan korban kepada kerabat,Masdar di Pos Dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban, Selasa (7/7/2026). F.Alfaizul untuk Batam Pos
Koordinator Operasi Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul (kanan) menyerahkan korban kepada kerabat,Masdar di Pos Dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban, Selasa (7/7/2026). F.Alfaizul untuk Batam Pos

Batampos - Seorang nelayan Bintan, Septua Gesman Daeli, 42, hanyut setelah pompongnya mengalami kerusakan di Perairan Teluk Sebong, Bintan. 

Beruntung, warga Kampung Bugis, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara ini berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat di Perairan Pulau Putus, Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 13.37 WIB. 

Kenalan korban, Masdar mengatakan, kejadian bermula saat korban pergi memancing ke laut menggunakan pompong pada Senin (6/7/2026) sore. 

Di tengah laut, tepatnya di sekitar perairan Teluk Sebong dekat kawasan Hotel Melia, mesin pompong tiba-tiba mati, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 23.15 WIB. 

"Mesin pompongnya tidak bisa dihidupkan lagi," katanya. 

Selain mesin pompong rusak, ia mengatakan, tali jangkarnya juga putus yang membuat ia terombang-ambing di laut.

Baca Juga: Kapal Tanker LNG Diserang Drone di Teluk Oman, Sempat Kirim Sinyal Darurat

Masdar awalnya ingin menjemput korban ke laut, tapi karena cuaca yang tak memungkinkan, ia pun melaporkan kejadian tersebut ke Pangkalan PLP Tanjunguban.

"Takut korban bersama pompongnya hanyut makin jauh, jadi kita minta bantuan Pangkalan PLP, kita bersama Pangkalan PLP langsung jemput korban di laut," ujarnya.

Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban melalui Koordinator Operasi, Alfaizul mengatakan, setelah menerima informasi, Pangkalan PLP Tanjunguban langsung menggerakkan unsur kapal patroli KN P.547 dan Tim Rescue.

Baca Juga: Bukan Sekadar Mirip, Perbedaan Nasi Padang dan Nasi Kandar yang Perlu Diketahui

"KN P.547 bertolak dari dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban untuk melakukan operasi gabungan bersama TNI AL, Polri dan Basarnas untuk mempercepat proses pencarian," katanya. 

Setelah beberapa jam melakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan. "Korban tampak kelelahan setelah terombang-ambing di laut. Tim SAR langsung memastikan kondisi kesehatannya baik," ujarnya. 

Selanjutnya, KN P.547 menarik pompong milik korban ke dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban. Korban beserta pompongnya tiba di dermaga sekitar pukul 14.45 WIB. 

"Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga," ujarnya. 

Alfaizul mengimbau seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan mesin kapal layak pakai dan melengkapi alat keselamatan sebelum melaut. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Nelayan Hanyut #bintan