MBG di SDN 010 Bintan Utara Terhenti Hampir Sebulan, 205 Siswa Belum Kembali Terima Makanan Bergizi

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:21 WIB
Para siswa SDN 010 Bintan Utara mengikuti kegiatan olahraga di sekolah, Selasa (4/8/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
Para siswa SDN 010 Bintan Utara mengikuti kegiatan olahraga di sekolah, Selasa (4/8/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 010 Bintan Utara terhenti hampir satu bulan sejak aktivitas belajar mengajar kembali dimulai setelah libur sekolah. Kondisi tersebut membuat ratusan siswa belum kembali menerima manfaat program dan memunculkan pertanyaan dari orang tua maupun peserta didik.

Kepala SDN 010 Bintan Utara, Asep Mukti, mengatakan penyaluran MBG belum kembali berjalan sejak hari pertama masuk sekolah usai libur.

"Setelah masuk sekolah kembali anak-anak tidak menerima MBG, kurang lebih mau satu bulan," ujar Asep saat ditemui di sekolah, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, penghentian penyaluran selama masa libur sekolah memang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, hingga kini distribusi makanan bergizi belum kembali normal karena adanya kendala teknis di pihak penyedia layanan.

Orang Tua dan Siswa Pertanyakan Penghentian MBG

Asep mengungkapkan, pihak sekolah telah menerima sejumlah pertanyaan dari orang tua mengenai belum berlanjutnya program MBG.

Sekolah kemudian menjelaskan bahwa penghentian sementara tersebut berkaitan dengan kendala operasional di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Tanjunguban Selatan 3.

"Kita sampaikan ke orang tua sesuai informasi dari SPPG, ada masalah teknis," katanya.

Tidak hanya orang tua, para siswa juga mulai mempertanyakan kapan makanan bergizi kembali dibagikan. Menurut Asep, siswa kelas rendah, khususnya kelas 2 dan 3, merupakan yang paling sering menanyakan kelanjutan program tersebut.

"Saya tanya ke wali muridnya, hampir semua anak kelas rendah menanyakan MBG. Mungkin ada yang merasa, dalam tanda kutip, kehilangan MBG," ujarnya.

Sekolah Aktifkan Lagi Program Sarapan Bersama

Akibat terhentinya program tersebut, sekitar 205 siswa di SDN 010 Bintan Utara belum lagi menerima jatah makanan bergizi gratis.

Sebagai langkah sementara, pihak sekolah kembali mengimbau orang tua untuk membekali anak-anak mereka dengan makanan dari rumah.

Selain itu, sekolah juga mengaktifkan kembali program sarapan bersama yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis.

"Programnya kita jalankan lagi seperti semula, sebelum ada kelanjutan MBG seperti apa," kata Asep.

Satu SPPG di Bintan Masih Berhenti Beroperasi

Sementara itu, Koordinator MBG Kabupaten Bintan, Pina Deli Syahputri, menjelaskan saat ini terdapat 18 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Bintan dengan total sekitar 41.000 penerima manfaat.

Dari seluruh SPPG tersebut, hanya SPPG Kelurahan Tanjunguban Selatan 3 yang masih menghentikan operasionalnya untuk sementara.

Menurut Pina, pengelola SPPG terus berupaya menyelesaikan kendala yang ada agar dapur MBG dapat kembali beroperasi.

"Kepala SPPG-nya terus melaporkan perkembangan dan berusaha agar dapur MBG itu bisa cepat berjalan operasionalnya," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar penyaluran MBG di wilayah tersebut dapat kembali normal dalam waktu dekat. (*)

Editor : Putut Ariyo
SDN 010 Bintan Utara BGN Makan Bergizi Gratis MBG Bintan SPPG