batampos – Politeknik Bintan Cakrawala (PBC) memperkuat pendidikan vokasi berbasis industri dengan memperkenalkan konsep baru sebagai Resort Campus. Konsep tersebut memungkinkan mahasiswa belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung bersama pelaku industri pariwisata.
Transformasi itu diperkenalkan dalam Open House dan CRAFT Competition 2026 yang digelar 27–28 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan 25 tahun Yayasan Bintan Resorts dan mendapat dukungan PT Indofood Sukses Makmur Tbk serta Bogasari.
Acara Open House 2026 ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan pemangku kepentingan daerah. Di antaranya Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd.; Perwakilan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau; serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, Arief Sumarsono, S.T. Turut hadir pula Chief Operating Officer PT Bintan Resort Cakrawala, Mr. Abdul Wahab; Ketua Yayasan Bintan Resorts, Ir. Aditya Laksamana; serta Kepala Operasional Yayasan Bintan Resorts, Anita Gultom.
Baca Juga: Punya Tunggakan Iuran JKN? Kenali Cara Bayar Bertahap lewat Fitur REHAB
Kehadiran perwakilan instansi pemerintah daerah, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bintan, Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang, pelaku UMKM, hingga mitra industri perhotelan dari Bintan, Lagoi, dan Batam, menjadi momentum penting bagi PBC untuk memberikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan pendidikan vokasi.
Direktur PBC, Dr. Emilia Ayu Dewi Karuniawati, M.Par. mengatakan, konsep Resort Campus mengusung semangat ”Learn, Practice, and Grow with the Industry”.
Melalui konsep tersebut, mahasiswa mendapat kesempatan memperdalam pengalaman kerja dengan terlibat langsung dalam ekosistem industri hotel, resor, restoran, dan sektor pariwisata di kawasan Bintan Resorts.
”Kami semakin terbuka menuju global dan internasional. Kami juga terbuka berkolaborasi dengan semua pihak, tidak hanya dari industri hospitality,” ujar Dewi.
Menurut dia, pendekatan pendidikan berbasis industri menjadi bagian dari komitmen PBC mencetak lulusan vokasi yang memiliki kompetensi sekaligus pengalaman sebelum memasuki dunia kerja.
Komitmen tersebut tercermin dari tingkat penyerapan lulusan PBC. Dewi menyebut sekitar 98 persen lulusan langsung terserap dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Baca Juga: Furnitur Indonesia Bidik Pasar Korea, 13 Perusahaan Tampil di KOFURN 2026
”98 persen lulusan PBC langsung terserap dunia kerja. Sebagian besar terserap di Lagoi dan Batam,” katanya.
Tidak hanya di dalam negeri, sebagian lulusan PBC juga melanjutkan karier ke mancanegara. Sekitar 20 persen lulusan disebut bekerja di sejumlah negara, di antaranya Maladewa, Dubai, Doha, dan Jepang.
Open House PBC 2026 turut memperkenalkan identitas baru kampus melalui logo berbentuk lingkaran dengan inisial PBC dan gambar buku terbuka. Logo tersebut menggambarkan semangat keterbukaan kampus terhadap kerja sama dan jejaring internasional.
Kegiatan tersebut juga diramaikan CRAFT Competition 2026 bertema ”Show Your Skills, Create Your Future”. Kompetisi tingkat nasional itu diikuti 215 peserta yang berasal dari kalangan pelajar SMA/SMK sederajat hingga profesional industri.
Peserta tidak hanya berasal dari Kepulauan Riau, tetapi juga sejumlah daerah lain seperti Lombok, Bandung, Semarang, Solo, dan Jakarta.
Lima kategori diperlombakan, yakni Mocktail Competition, Indonesian Food Plating Competition, Making Bed & Towel Art Competition, Bintan Tourism Illustration Competition, serta Indomie Creation Competition.
Indofood dan Bogasari sebagai sponsor utama turut mendukung kompetisi melalui kategori Indomie Creation Competition serta penggunaan produk Bogasari dalam sejumlah tantangan kuliner.
Baca Juga: Furnitur Indonesia Bidik Pasar Korea, 13 Perusahaan Tampil di KOFURN 2026
Peserta memperebutkan hadiah uang tunai total Rp25 juta dan program beasiswa dengan nilai keseluruhan mencapai Rp600 juta. Beasiswa tersebut termasuk kesempatan kuliah gratis 100 persen di PBC bagi para juara sesuai ketentuan yang berlaku.
Dewi mengatakan, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga mendorong peserta mengembangkan kreativitas dan kemampuan praktis.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah kategori Indomie Creation. Peserta ditantang mengolah produk mi instan menjadi sajian kreatif, bukan sekadar menyajikannya dengan cara biasa.
”Bukan sekadar merebus Indomie lalu diberi bumbu, tapi bagaimana mereka mengkreasikannya,” pungkasnya.
Melalui Open House dan CRAFT Competition 2026, PBC menegaskan perannya sebagai ruang kolaborasi antara kampus, industri, sekolah, masyarakat, dan generasi muda.
Konsep Resort Campus diharapkan semakin memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri pariwisata sekaligus membuka peluang karier lebih luas bagi lulusan. (*)
Editor : M Tahang