Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Migrasi ke Batam Melonjak, Li Claudia Khawatir Pengangguran Ikut Bertambah

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Advertisement

batampos – Batam semakin menarik bagi masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk mencari pekerjaan. Namun, tingginya arus migrasi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam karena berpotensi menambah tekanan terhadap angka pengangguran apabila tidak diimbangi ketersediaan lapangan kerja.

Wakil Kepala BP Batam yang juga Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengungkapkan persoalan tersebut saat bertemu dengan insan pers di Gedung Marketing BP Batam, belum lama ini.

Menurut Li Claudia, daya tarik Batam sebagai kawasan industri menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat dari berbagai daerah datang untuk mencari pekerjaan.

Advertisement

Ia menggambarkan kondisi tersebut dengan perumpamaan Batam sebagai "gula" yang menarik "semut" untuk datang.

"Batam ini termasuk lima kota dan kabupaten yang gula. Yang semut pada mau ke sini, dan orang datang pada mau cari kerja," ujar politikus Partai Gerindra tersebut.

Migrasi Batam Disebut Kini di Posisi Pertama

Advertisement

Li Claudia mengatakan sebelumnya Batam berada di posisi kelima daerah dengan tingkat migrasi penduduk yang tinggi.

Empat daerah lain yang disebut memiliki tingkat migrasi tinggi adalah Bogor, Bekasi, Bandung, dan Kabupaten Tangerang.

"Beberapa bulan yang lalu, Batam nomor lima, yang migrasi penduduknya sangat banyak," katanya.

Namun, kondisi tersebut disebut mengalami perubahan. Li mengaku baru berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan memperoleh informasi bahwa posisi Batam kini berada di urutan pertama dalam tingkat migrasi penduduk.

"Itu kan jadi takut saya, jadi harus hati-hati," ujar Li.

Advertisement

Artikel Terkait

Li Claudia Soroti Arus Migrasi ke Batam: Jangan Sampai Datang Tak Dapat Kerja

Li Claudia Soroti Arus Migrasi ke Batam: Jangan Sampai Datang Tak Dapat Kerja

Arus migrasi penduduk ke Batam disebut semakin tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam .

 Investasi Pengolahan Air Laut Capai Rp500 Miliar

Investasi Pengolahan Air Laut Capai Rp500 Miliar

BP Batam mendorong perusahaan data center membangun SWRO untuk memenuhi kebutuhan air industri. Investasinya diperkirakan Rp400–500 miliar.

Amsakar Minta Pemko Batam dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran

Amsakar Minta Pemko Batam dan BP Batam Percepat Serapan Anggaran

Amsakar Achmad meminta Pemko Batam dan BP Batam mempercepat serapan anggaran serta menuntaskan masalah air bersih, banjir, dan sampah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer