Bintan Bidik Pasar Pensiun Mewah Dunia, Sukha Soleil Hadirkan 50 Vila

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:45 WIB
Penandatanganan perjanjian yang dilakukan Presiden PT Sukha Swarna Mahkota, Dr. N. Raaj Selvarajan dan GM PT Taman Indah, Yudistira Paul Reza Sakul yang disaksikan COO) Bintan Resort, Abdul Wahab di Pantai Indah Lagoi Bintan, Jumat (28/8/2026) sore. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Penandatanganan perjanjian yang dilakukan Presiden PT Sukha Swarna Mahkota, Dr. N. Raaj Selvarajan dan GM PT Taman Indah, Yudistira Paul Reza Sakul yang disaksikan COO) Bintan Resort, Abdul Wahab di Pantai Indah Lagoi Bintan, Jumat (28/8/2026) sore. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

 
batampos - Bintan tak lagi hanya mengandalkan wisata olahraga atau sport tourism. Pulau ini mulai membidik pasar baru, yakni destinasi pensiun mewah kelas dunia bagi wisatawan berusia 50 tahun ke atas yang tetap aktif dan produktif.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pembangunan Sukha Soleil antara PT Sukha Swarna Mahkota, anak perusahaan Hemrish Group Sdn Bhd asal Malaysia, dan PT Taman Indah selaku pengelola Pantai Indah Lagoi Bintan.

Penandatanganan berlangsung di Pantai Indah Lagoi Bintan, Jumat (28/8/2026) sore. Kegiatan tersebut disaksikan Chief Operating Officer (COO) Bintan Resort Abdul Wahab.

Sukha Soleil akan dibangun di kawasan tepi pantai eksklusif Lagoi. Proyek tersebut mengusung konsep estat longevity dan pensiun mewah yang terdiri atas 50 vila di Pantai Indah Lagoi, Pulau Bintan. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.

Konsep yang ditawarkan memadukan hunian privat dengan standar layanan setara resor mewah. Pada tahap awal, tersedia 10 vila. Menariknya, 50 persen dari jumlah tersebut telah dipesan secara privat.

Setiap vila memiliki luas sekitar 1.700 kaki persegi. Fasilitasnya mencakup kamar tidur, ruang makan, dapur kecil (kitchenette), dan kolam renang pribadi.

bintanBaca Juga: 49 Ton Besi Scrap PT BAI Dicuri, Terduga Pelaku Dijemput Paksa

Yang membedakannya dari hunian biasa adalah layanan personal bagi penghuni. Setiap penghuni vila akan didampingi Personal Lifestyle Manager dan dibantu tim konsierj estat yang mengurus berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bersantap, perjalanan dan transportasi, golf, hingga janji temu layanan kesehatan.

Segmen pasar yang dibidik juga bersifat global. Sukha Soleil menargetkan warga berusia 50 tahun ke atas dari Singapura, Australia, Jepang, Korea, Tiongkok, Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah, hingga Indonesia.

Presiden PT Sukha Swarna Mahkota sekaligus Group Chairman Hemrish Group, Dr. N. Raaj Selvarajan, mengatakan proyek tersebut ingin menghadirkan cara hidup baru bagi wisatawan berusia 50 tahun ke atas.

“Kami tidak sedang menciptakan desa pensiun biasa. Di sini, keramahtamahan, longevity, layanan kesehatan, dan layanan personal yang lengkap tanpa mengurangi kemandirian,” ujarnya.

Ia menambahkan, visi Sukha Soleil adalah menciptakan komunitas global yang beragam, terdiri atas penghuni berusia di atas 50 tahun yang cermat memilih tempat tinggal untuk masa pensiun.

“Sukha Soleil diciptakan untuk masyarakat dari seluruh dunia yang memiliki ekspektasi yang sama tentang bagaimana mereka ingin menjalani babak kehidupan berikutnya,” katanya.

Menurutnya, Bintan dipilih sebagai lokasi Sukha Soleil karena memiliki kombinasi yang sulit ditiru kawasan lain.

Baca Juga: Pengawas SPBU Nyambi Edarkan Sabu, 17,77 Gram Disita Polisi

“Pulau Bintan memberikan ketenangan dan keleluasaan hidup di sebuah pulau, sekaligus tetap terhubung erat dengan Singapura beserta layanan kesehatan kelas dunia dan konektivitas internasionalnya,” katanya.

Senada, General Manager PT Taman Indah Yudistira Paul Reza Sakul menilai Lagoi telah memiliki berbagai syarat sebagai destinasi pensiun mewah dunia. Mulai dari keamanan, privasi, keindahan alam, keluasan ruang, hingga ekosistem gaya hidup yang telah mapan.

“Kami percaya Sukha Soleil dapat membantu menjadikan Lagoi tempat di mana komunitas global yang beragam dan berusia di atas 50 tahun benar-benar dapat menyebutnya rumah,” ujarnya.

Chief Operating Officer (COO) Bintan Resort Abdul Wahab turut mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, fasilitas seperti ini dibutuhkan untuk menarik segmen pasar pensiun yang masih aktif dan produktif.

“Pangsa pasarnya sangat besar bagi mereka yang sudah pensiun tapi masih aktif dan produktif. Harapannya, mereka bisa stay di sini hingga enam bulan,” ujar Abdul Wahab. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Sukha Soleil bintan wisata wisatawan mancanegara lagoi