batampos – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Tanjung Uban mencatat enam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang awal September 2026 di wilayah kerjanya.
Kondisi cukup parah terjadi pada Senin (7/9/2026). Dalam waktu hampir bersamaan, tiga titik karhutla muncul di tiga lokasi berbeda.
Kepala UPT Damkar Tanjung Uban, Panyodi mengatakan, tiga titik tersebut berada di Kecamatan Teluk Sebong dan Seri Kuala Lobam.
Titik pertama berada di kawasan Penghijauan, Kecamatan Teluk Sebong. Titik kedua terjadi di Jalan Pasar Baru, RT 004/RW 001, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong.
Sementara titik ketiga berada di Jalan Raya Busung, Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam.
“UPT Damkar Tanjung Uban membawahi tiga kecamatan, yakni Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dan Teluk Sebong. Jadi, ketika kebakaran terjadi bersamaan, kami memang kesulitan membagi personel,” ujar Panyodi.
Keterbatasan personel membuat tim Damkar hanya dapat fokus melakukan pemadaman di kawasan Penghijauan, Teluk Sebong.
Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai setengah hektare.
Sedangkan pemadaman di dua lokasi lainnya dilakukan secara swadaya oleh warga bersama pemerintah desa.
Panyodi mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pemerintah desa terkait luas lahan yang terbakar di titik kedua dan ketiga.
Dengan adanya tambahan tiga kejadian tersebut, total kasus karhutla yang ditangani UPT Damkar Tanjung Uban sepanjang awal September 2026 mencapai enam titik.
Sekretaris Desa Sebong Lagoi, Ariadi mengatakan, warga bersama pemerintah desa terpaksa melakukan pemadaman secara manual karena tim Damkar sedang menangani kebakaran di lokasi lain.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan. Berkat kerja sama warga, api tidak sampai merembet ke permukiman,” katanya. (*)
Editor : Jamil Qasim