Kabut Asap Selimuti Lingga, Penerbangan di Bandara Dabo Singkep Masih Normal

batampos – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Lingga belum mengganggu aktivitas penerbangan perintis di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Dabo Singkep.
Penerbangan dari dan menuju Bandara Dabo Singkep masih berlangsung normal. Kondisi tersebut didukung jarak pandang yang masih memenuhi batas minimum keselamatan penerbangan.
Kepala UPBU Kelas III Dabo Singkep Indra Rokhman mengatakan kabut asap memang berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan. Namun, tingkat pengaruhnya bergantung pada kondisi jarak pandang di masing-masing bandara dan karakteristik pesawat yang beroperasi.
"Jika dikatakan apakah kabut asap ini berpengaruh atau tidak, tentu jawabannya sangat berpengaruh. Namun, perlu kita ketahui bersama bahwa setiap pesawat memiliki jarak pandang yang berbeda-beda," ujar Indra, Senin (14/9).
Menurut dia, penerbangan masih dapat dilaksanakan selama jarak pandang minimum yang dipersyaratkan tetap terpenuhi.
"Dasar kita di UPBU Kelas III Dabo Singkep masih melakukan aktivitas penerbangan seperti biasa karena jarak pandang minimum masih terpenuhi," jelasnya.
Selain itu, Bandara Dabo Singkep telah dilengkapi airfield lighting system (AFL) yang dinilai cukup memadai untuk mendukung operasional penerbangan.
Meski aktivitas penerbangan di Dabo Singkep masih berjalan normal, kabut asap di wilayah lain telah berdampak terhadap jadwal penerbangan menuju bandara tersebut.
Indra mengatakan keterlambatan terjadi karena kondisi jarak pandang di bandara asal tidak memenuhi kondisi optimal untuk penerbangan.
"Seperti yang terjadi pada hari ini, dikarenakan jarak pandang di Bandara Letung, Anambas, yang buruk, maka penerbangan dari Letung–Tanjungpinang–Dabo mengalami keterlambatan," ungkapnya.



