batampos – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui puskesmas di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), telah menyasar 63.540 penduduk hingga Agustus 2026.
Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti mengatakan, pelaksanaan CKG melalui puskesmas telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemkab Bintan pun berkomitmen mendukung program prioritas nasional tersebut.
“Program CKG melalui puskesmas hingga kini terbukti telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,” kata Deby di Pulau Dompak, Jumat.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus mendeteksi penyakit sejak dini. Dengan pemeriksaan tersebut, faktor risiko maupun penyakit yang ditemukan dapat segera ditangani.
“Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting guna mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, sehingga apabila ditemukan faktor risiko atau penyakit, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Berdasarkan data kunjungan puskesmas, Puskesmas Tanjung Uban mencatat jumlah warga yang menjalani pemeriksaan CKG terbanyak, yakni 10.121 jiwa.
Selanjutnya Puskesmas Kawal sebanyak 8.619 jiwa, Puskesmas Sei Lekop 7.998 jiwa, Puskesmas Kijang 6.456 jiwa, dan Puskesmas Teluk Sasah sebanyak 5.861 jiwa.
Kemudian Puskesmas Toapaya dengan 4.902 jiwa, Puskesmas Teluk Sebong 3.883 jiwa. Sementara peserta lainnya tersebar di Puskesmas Numbing, Kelong, Mantang, Kuala Sempang, Tambelan, Teluk Bintan, Sri Bintan, dan Berakit.
“Kami terus optimalkan Program CKG ini sebagai langkah-langkah preventif dalam pengendalian penyakit, supaya masyarakat kita tetap sehat,” tuturnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri M. Bisri mengatakan, hasil skrining CKG terhadap masyarakat di Kepri sejauh ini didominasi penyakit hipertensi dan diabetes.
Menurut Bisri, risiko hipertensi dan diabetes rata-rata ditemukan pada kelompok usia dewasa hingga pra-lanjut usia (lansia).
Karena itu, Dinkes Kepri terus melakukan intervensi melalui edukasi dan penyuluhan mengenai pola hidup sehat. Masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan ikan, berolahraga secara teratur, memperbanyak minum air putih, rutin melakukan aktivitas fisik, serta tidak merokok.
“Penyebab hipertensi dan diabetes, 90 persennya dipicu pola hidup tidak sehat, salah satunya merokok,” ucapnya.
Bisri menambahkan, warga yang terdeteksi mengalami hipertensi maupun diabetes saat menjalani CKG akan langsung diarahkan mendapatkan penanganan di puskesmas.
Jika diperlukan pemeriksaan atau tindakan medis lebih lanjut, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit sesuai kondisi kesehatannya. (*)
Editor : Jamil Qasim