batampos – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 berhasil melampaui target pemerintah dengan capaian sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Data tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan menjadi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan:
- Triwulan IV-2025: 5,39 persen
- Triwulan I-2025: 4,87 persen
Sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 berada di atas 5,5 persen.
Konsumsi dan Belanja Pemerintah Jadi Motor Utama
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi didorong kuat oleh:
- Konsumsi rumah tangga
- Belanja pemerintah
- Investasi
- Aktivitas pariwisata dan transportasi
Konsumsi pemerintah bahkan melonjak hingga 21,81 persen, terutama karena:
- pencairan THR dan gaji ke-14 ASN,
- program Makan Bergizi Gratis (MBG),
- serta percepatan belanja negara di awal tahun.
Sementara konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, didorong momentum Ramadan dan Idulfitri serta berbagai stimulus pemerintah.
Sektor Akomodasi dan Makan Minum Tumbuh Tertinggi
Dari sisi lapangan usaha, sektor:
- akomodasi,
- hotel,
- restoran,
- dan makan minum
menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 13,14 persen.
Selain itu, sektor:
- transportasi dan pergudangan,
- perdagangan,
- industri pengolahan,
- serta konstruksi
juga mencatat pertumbuhan positif.
BI Optimistis Ekonomi Tetap Kuat
Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi nasional tetap solid meski dunia menghadapi ketidakpastian global.
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 tetap berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen.
Editor : Jamil Qasim