Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Rupiah Masih Lesu, Dolar Amerika dan Singapura Bertahan Tinggi

Juliana Belence • Kamis, 14 Mei 2026 | 11:15 WIB
Ilustrasi uang. (Freepik)
Ilustrasi uang. (Freepik)

batampos - Pergerakan nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar keuangan. Rupiah masih bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan dolar Singapura (SGD) akibat tekanan ekonomi global.

Penguatan mata uang asing tersebut dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat hingga meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia.

Menurut pantauan Batam Pos pada Kamis (14/5), mata uang Rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp17.501,65 per dolar AS, sementara terhadap dolar Singapura berada di level Rp13.754,36.

Pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen global, mulai dari tingginya suku bunga Amerika Serikat, penguatan indeks dolar AS, dan arus keluar modal asing dari pasar negara berkembang. 

Kondisi tersebut membuat pergerakan rupiah menjadi sorotan pelaku pasar dan masyarakat.

Baca Juga: Prabowo: Kredit Keluarga Prasejahtera Harus di Bawah 9 Persen

Berdasarkan data kurs referensi Bank Indonesia pada Rabu (13/5), kurs dolar AS berada di kisaran Rp17.426,43. Dolar Singapura pada kisaran Rp13.689,26.

Rupiah berada di posisi terlemah sepanjang sejarah perdagangan per dolar AS yang sempat menyentuh Rp17.529. 

Pergerakan dolar Singapura terhadap rupiah masih relatif stabil meski tetap berada di level tinggi.

Bank Indonesia menyatakan akan terus melakukan langkah stabilisasi di pasar valuta asing guna menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali. 

Pelemahan rupiah juga dipicu ketidakpastian global, tensi geopolitik, dan tingginya suku bunga The Fed.(*)

Editor : Juliana Belence
#dolar Singapura #dolar Amerika Serikat #mata uang #kurs #rupiah