batampos - Malaysia mencatat pencapaian baru di sektor ekonomi setelah ringgit dinilai sebagai mata uang dengan performa terbaik kedua di Asia sepanjang 2026.
Penguatan nilai tukar tersebut menarik perhatian investor global karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan fluktuasi pasar internasional.
Kinerja positif ringgit disebut dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi Malaysia yang stabil, meningkatnya investasi asing, hingga kuatnya ekspor sektor elektronik dan energi.
Ringgit hanya berada di bawah yuan dalam daftar mata uang Asia dengan performa terbaik tahun ini. Penguatan ringgit didukung oleh data perdagangan Malaysia yang terus tumbuh.
Total perdagangan Malaysia pada Maret 2026 naik 9,3% dibanding tahun sebelumnya menjadi RM273 miliar. Ekspor meningkat 8,3% menjadi RM148,8 miliar.
Baca Juga: Tren Valas Mereda, BI Optimis Rupiah Menguat Mulai Juli Mendatang
"Pertumbuhan ekonomi Malaysia pada kuartal pertama 2026 diperkirakan melampaui 5%," ujar Ekonom Bank Muamalat Malaysia, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, dikutip dari Malay Mail, Selasa (19/5).
Kondisi tersebut membuat ringgit tetap kuat walaupun dunia sedang menghadapi ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak global.
Malaysia menjadi bintang baru di Asia bagi investor global. Arus dana asing yang masuk ke pasar obligasi dan saham Malaysia meningkat tajam sepanjang 2025 hingga 2026.
Ringgit bahkan tercatat menguat sekitar 17% sejak awal tahun 2024. Malaysia juga diuntungkan dari berkembangnya investasi pusat data dan kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan teknologi global mulai memperluas investasi di Malaysia. Ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi negara tersebut.
Ringgit sempat menjadi amat uang dengan performa terbaik di Asia pada akhir 2025 sebelum turun ke posisi kedua pada 2026.
Penguatan terjadi berkat fundamental ekonomi yang kuat, ekspor yang tinggi, serta kebijakan fiskal pemerintah Malaysia yang dianggap stabil.(*)
Editor : Juliana Belence