batampos – Pemerintah melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang berhasil menarik minat investor asal Hungaria di sektor energi hijau dan keberlanjutan lingkungan.
Capaian tersebut ditandai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam forum bisnis bertajuk Indonesia’s New Economic Frontier: Investing in Batang Integrated Estate and Health Special Economic Zone yang digelar di Budapest, Hungaria.
Dua MoU tersebut melibatkan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku badan usaha pengelola KEK Industropolis Batang dengan dua perusahaan Hungaria, yakni Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft. Kedua perusahaan itu bergerak di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan teknologi keberlanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengatakan Indonesia terus membuka peluang bagi investor global untuk berpartisipasi dalam transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kami mengundang dunia usaha internasional tidak hanya untuk menyaksikan transformasi Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan bahwa Indonesia dan Hungaria memiliki potensi besar untuk memperkuat kemitraan strategis, khususnya di sektor kesehatan, farmasi, sains, dan inovasi. Hungaria dikenal sebagai pusat riset farmasi di Eropa Tengah dan Timur, sementara Indonesia menawarkan pasar besar serta infrastruktur yang terus berkembang.
Realisasi Investasi Capai US$1,3 Miliar
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Agung Putu Ngurah Wirawan, menyampaikan bahwa hingga saat ini kawasan tersebut telah mencatat total investasi sekitar 1,3 miliar dolar AS dan menyerap sekitar 11.000 tenaga kerja langsung.
Menurutnya, minat investor terus meningkat yang terlihat dari realisasi penjualan lahan yang melampaui rata-rata kawasan industri nasional.
“Pada 2024, penjualan lahan mencapai 104 hektare dan pada 2025 sudah 97 hektare. Ini jauh di atas rata-rata kawasan industri yang hanya 15–20 hektare per tahun,” kata Agung.
Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan investor terhadap KEK Industropolis Batang sebagai salah satu kawasan industri strategis di Indonesia.
Perluasan Kerja Sama ke KEK Lain
Selain mempromosikan KEK Industropolis Batang, pemerintah juga memperkenalkan sejumlah KEK sektor kesehatan kepada pelaku usaha Hungaria, termasuk KEK Sanur, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, serta KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten.
Dalam sesi business matching yang diwakili Plt Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Bambang Wijanarko, dibahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari manajemen air, daur ulang air industri, hingga pengembangan fasilitas pendukung kawasan.
Pemerintah juga membuka peluang skema pendanaan bersama antara Indonesia dan Hungaria untuk mendukung proyek-proyek strategis di masa depan.
Hungaria Tertarik Sektor Smart City dan Energi Hijau
Sebelum forum berlangsung, delegasi Indonesia telah melakukan pertemuan dengan Hungarian Export Promotion Agency (HEPA), Hungarian Chamber of Commerce and Industry (HCCI), dan Hungarian Water Partnership pada 20 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Hungaria menunjukkan minat pada sektor pengelolaan air, energi hijau, teknologi digital, dan pengembangan smart city. Bahkan, HCCI mengusulkan KEK Industropolis Batang dijadikan proyek percontohan teknologi pengolahan air di Indonesia.
Rangkaian promosi ini dinilai memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Timur, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi, teknologi, dan manufaktur maju.
Ke depan, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK bersama PT KITB dan kementerian terkait akan mempercepat tindak lanjut business matching, kunjungan investor, serta pembahasan implementasi kerja sama dan transfer teknologi. (*)
Editor : Putut Ariyo