Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Inflasi Batam Mei 2026 Capai 3,99 Persen

Rengga Yuliandra • Rabu, 3 Juni 2026 | 16:06 WIB
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto

batampos – Kota Batam kembali mencatatkan kenaikan inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam melaporkan inflasi tahunan (year on year) pada Mei 2026 mencapai 3,99 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 113,14.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menyatakan bahwa tren kenaikan harga berbagai komoditas sepanjang Mei 2026 mendorong inflasi baik secara tahunan maupun bulanan.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Batam, pada Mei 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,99 persen. Sementara inflasi bulanan (m-to-m) sebesar 0,33 persen dan inflasi tahun kalender (ytd) sebesar 1,32 persen,” ujar Eko Aprianto, Rabu (3/6/2026).

Secara bulanan, IHK naik dari 112,77 pada April 2026 menjadi 113,14 pada Mei 2026.

Inflasi Tahunan Menurut Kelompok PengeluaranInflasi tahunan terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran, dengan kenaikan tertinggi pada:

Kelompok lainnya yang juga mengalami inflasi meliputi rekreasi olahraga dan budaya (2,45%), kesehatan (2,09%), pakaian dan alas kaki (1,90%), serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,96%).

Komoditas Penyumbang Inflasi UtamaDari sisi komoditas, penyumbang inflasi tahunan terbesar antara lain emas perhiasan, angkutan udara, nasi dengan lauk, beras, rokok kretek mesin, sewa rumah, cabai rawit, daging ayam ras, biaya pendidikan perguruan tinggi, daging sapi, tomat, telur ayam ras, dan bensin.

Sementara komoditas yang menahan inflasi atau memberikan andil deflasi adalah bawang putih, bawang merah, santan segar, kentang, susu bubuk, udang basah, wortel, sabun mandi cair, popok bayi, dan pembersih lantai.

 

Inflasi Bulanan

Untuk inflasi bulanan sebesar 0,33%, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 1,22% dan andil 0,35%. Lonjakan harga hortikultura mendominasi, dengan cabai merah sebagai penyumbang terbesar (andil 0,13%), diikuti tomat (0,10%), ketimun, sawi hijau, cabai rawit, bawang merah, dan tulang sapi.

Kenaikan harga bensin, pelumas kendaraan, sewa rumah, minyak goreng, dan air kemasan juga turut mendorong inflasi bulanan.

Di sisi lain, penurunan harga emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, udang basah, dan beberapa komoditas pangan lainnya berhasil menahan laju inflasi.

BPS mencatat kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan (1,61%), diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,75%), transportasi (0,58%), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,54%).

Fluktuasi harga pangan, khususnya komoditas hortikultura yang sensitif terhadap pasokan dan distribusi, masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi tingkat inflasi di Batam. Pemerintah daerah dan stakeholder diharapkan terus memantau pasokan serta kelancaran distribusi bahan pokok untuk menjaga stabilitas harga ke depan. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
#Ekonomi Kepri #Inflasi Mei 2026 #Harga Pangan Batam #Inflasi Batam #bps batam