Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pesan Jusuf Kalla untuk Generasi Muda Hadapi Tantangan Ekonomi

Antara • Kamis, 4 Juni 2026 | 22:00 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla

batampos – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa kreativitas, keberanian mengambil risiko, inovasi, dan kepercayaan (trust) merupakan modal utama yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan JK saat menghadiri forum Amartha Asia Grassroots Forum di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurut JK, lanskap ekonomi global saat ini menunjukkan semakin besarnya keterlibatan negara dalam aktivitas ekonomi. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi tetap sangat bergantung pada kemampuan sektor swasta dan masyarakat dalam menciptakan investasi serta membuka lapangan kerja.

“Sekarang ekonomi di Indonesia dan di dunia ini menjadi ekonomi yang lebih banyak melibatkan peran negara. Orang menyarankan bahwa peran pemerintah lebih besar dibanding sebelumnya,” kata JK.

Baca juga: Loewe Rayakan Sejarah Panjangnya dengan Koleksi Khusus dan Kampanye Bertabur Bintang

Ia menilai pemerintah dan dunia usaha harus berjalan beriringan dalam menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi. Pemerintah berperan menciptakan regulasi dan kebijakan yang mendukung iklim investasi, sementara sektor swasta menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi produktif.

“Pemerintah hanya memberikan pekerjaan kepada sekitar empat juta orang. Yang memberikan lapangan kerja kepada hampir seluruh masyarakat justru para pengusaha yang menciptakan kegiatan ekonomi dan investasi,” ujarnya.

JK juga menekankan pentingnya memperkuat budaya kewirausahaan di kalangan generasi muda. Menurutnya, berbagai fasilitas pembiayaan yang telah disediakan pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), perlu dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa modal utama dalam membangun usaha bukanlah uang, melainkan kemampuan menghadirkan ide, kreativitas, dan inovasi.

“Kalau ingin berusaha, modal yang pertama adalah inovasi, kreativitas, dan ide. Itu yang nomor satu. Yang kedua baru modal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, JK juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sebagai sarana meningkatkan produktivitas dan membuka peluang usaha baru.

Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi faktor penting agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam sebagai penopang ekonomi.

“Jangan hanya tergantung kepada sumber daya alam. Bagaimana kita membangun kemampuan teknologi sendiri. Dengan kemauan dan keberanian, itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Baca juga: Program KIMARA Pertamina di Batam Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Selain kreativitas dan penguasaan teknologi, JK menekankan pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan dalam dunia usaha. Ia menilai kepercayaan merupakan fondasi utama yang menentukan keberhasilan seorang pengusaha dalam membangun relasi bisnis maupun memperoleh dukungan dari lembaga keuangan dan masyarakat.

“Seorang pengusaha modalnya adalah kepercayaan. Begitu Anda tidak punya kepercayaan, orang tidak akan percaya kepada Anda,” katanya.

JK menyimpulkan bahwa kombinasi kreativitas, inovasi, kemampuan teknologi, keberanian mengambil risiko, dan integritas akan menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. (*)

Editor : Putut Ariyo
#artificial intelligence #Jusuf Kalla #generasi muda #Kewirausahaan #ekonomi indonesia