Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Akio Toyoda Khawatir Dunia Otomotif Terlalu Cepat Beralih ke Mobil Listrik

Antara • Kamis, 11 Juni 2026 | 11:32 WIB
Ketua Dewan Direksi Toyota Motor Corporation Akio Toyoda mengenalkan subjenama baru di bawah TMC, Century, dalam ajang Japan Mobility Show 2025 di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang, Rabu (29/10/2025). (ANTARA/HO-TAM)
Ketua Dewan Direksi Toyota Motor Corporation Akio Toyoda mengenalkan subjenama baru di bawah TMC, Century, dalam ajang Japan Mobility Show 2025 di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang, Rabu (29/10/2025). (ANTARA/HO-TAM)

 

batampos - Ketua Dewan Direksi Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, mengaku khawatir dengan arah industri otomotif yang dinilainya semakin terpaku pada kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Dalam wawancara dengan pakar otomotif Inggris, Mat Watson, yang dipublikasikan media otomotif CarWow, Toyoda menyebut tren peralihan massal ke mobil listrik sebagai kekhawatiran terbesarnya mengenai masa depan dunia otomotif.

“Semua orang beralih ke BEV, itu adalah ketakutan terbesar saya,” ujar Toyoda.

Baca Juga: 150 Warga Binaan Rutan Batam Ikuti Edukasi Kesehatan dan VCT Mobile

BEV merupakan kendaraan yang sepenuhnya mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga tanpa menggunakan mesin pembakaran internal.

Toyoda mengungkapkan bahwa beberapa tahun lalu dirinya merasa menjadi satu-satunya tokoh industri yang secara terbuka menyuarakan kecintaannya terhadap mesin konvensional.

“Tiga atau empat tahun lalu, saya satu-satunya yang mengatakan bahwa saya menyukai aroma, suara, dan mesin mobil. Saya juga ingin mempertahankan pekerjaan bagi para pemasok mesin,” katanya.

Menurut Toyoda, saat itu pandangannya kerap dianggap berbeda dari arus utama industri yang sedang berlomba mengembangkan kendaraan listrik.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Rob Ancam Pesisir Kepri hingga 23 Juni, Warga Diminta Siaga

“Tampaknya saya sendirian. Saya merasa sangat kesepian,” ujarnya.

Sebagai pecinta otomotif, Toyoda menilai mobil bukan sekadar alat transportasi atau produk bisnis, melainkan bagian dari hobi dan gairah hidup.

“Membuat mobil netral karbon dan menghasilkan keuntungan memang penting. Tetapi itu tidak terlalu membuat saya bersemangat,” katanya.

“Mobil adalah mainan saya. Saya ingin membuat mobil yang ingin saya simpan di garasi saya sendiri. Jika hanya membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik,” lanjut Toyoda.

Berbeda dengan sejumlah produsen otomotif global yang agresif memperluas lini kendaraan listrik, Toyota selama ini memilih strategi multi-jalur. Selain mengembangkan mobil listrik, perusahaan asal Jepang tersebut juga terus berinvestasi pada teknologi hybrid, kendaraan berbahan bakar hidrogen, serta fuel cell electric vehicle (FCEV).

Hingga beberapa waktu lalu, Toyota hanya memiliki satu model mobil listrik global, yakni Toyota bZ4X. Belakangan, Toyota menambah jajaran kendaraan listriknya melalui Toyota Urban Cruiser dan Toyota bZ4X Touring.

Meski demikian, Toyota menyadari kebutuhan pasar terhadap kendaraan ramah lingkungan akan terus meningkat. Karena itu, perusahaan tetap mempercepat pengembangan teknologi elektrifikasi tanpa meninggalkan identitasnya sebagai produsen mobil yang mengutamakan pengalaman berkendara.

Salah satu contohnya adalah rencana pengembangan generasi terbaru Toyota GR Yaris yang diperkirakan akan menggunakan sistem hybrid performa tinggi, memadukan mesin turbo empat silinder 2.0 liter dengan motor listrik dan baterai berukuran kompak.

Di sisi lain, Toyota juga masih mempertahankan pengembangan mobil sport bermesin bensin. Pabrikan tersebut tengah menyiapkan Toyota GR GT dengan mesin V8 twin-turbo 4.0 liter tanpa elektrifikasi, serta berencana menghidupkan kembali model legendaris seperti Toyota MR2 dan Toyota Celica.

Pernyataan Toyoda kembali menegaskan posisi Toyota yang memilih pendekatan teknologi beragam dalam menghadapi transisi menuju industri otomotif rendah emisi, alih-alih hanya mengandalkan kendaraan listrik murni sebagai satu-satunya solusi masa depan. (*)

Editor : Jamil Qasim
#BEV #otomotif