Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Capaian Inflasi Nasional Terkendali, Mendagri Apresiasi

Chahaya Simanjuntak • Senin, 15 Juni 2026 | 20:31 WIB
Mendagri, Tito Karnavian. F Antara
Mendagri, Tito Karnavian. F Antara

Batampos - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi kinerja semua pihak terkait yang berhasil menjaga inflasi nasional sebesar 3,08 persen secara year on year (YOY) di Mei 2026.

"Angka tersebut masih relatif terkendali karena berada dalam rentang target pemerintah, yakni 1,5 persen hingga 3,5 persen," ujar Tito di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis 2 Juni 2026, terdapat sejumlah komponen yang memberikan andil terhadap kenaikan inflasi. Komponen tersebut meliputi makanan, minuman, dan tembakau; transportasi; serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Baca Juga: Perbasi Batam Gelar Turnamen 3X3 KSquare Series

"Khusus untuk makanan, minuman, tembakau, (penunjang kenaikan inflasi) posisi masih pada cabai ya. Cabai yang paling tinggi 0,08 diikuti minyak goreng," kata Tito.

Hal itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta.

Meski terdapat sejumlah komoditas yang menyumbang kenaikan inflasi, Mendagri bersyukur peningkatan tersebut tidak terjadi pada komoditas utama.

Baca Juga: AI dan Platform Digital Diminta Bayar Royalti Berita

Menurutnya, berdasarkan tren pada periode-periode sebelumnya, beras dan sejumlah bahan pokok lainnya kerap menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi.

Pada kesempatan sama, Tito juga menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas di daerah, antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, serta minyak goreng.

Dari berbagai komoditas tersebut, ia meminta pihak-pihak terkait untuk memberi perhatian khusus terhadap perkembangan harga minyak goreng karena merupakan kebutuhan utama masyarakat.

"Nah yang mungkin perlu diwaspadai adalah minyak goreng. Karena minyak goreng adalah kebutuhan utama. Ada 165 kabupaten kota yang tadi di kenaikan, 73 yang mengalami penurunan," ungkapnya.

Mendagri juga mengapresiasi Kementerian Pertanian dan Perum Bulog yang dinilai mampu menjaga ketersediaan pasokan beras sehingga harga beras pun relatif stabil.

"Beras relatif terjaga di bawah. Kita lihat biasanya beras kan tiga besar. Tapi, ini masuk di nomor enam," ujarnya. (*)

 

 

 

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#inflasi nasional