Investasi Emas di Indonesia Capai 15 Ton pada Kuartal II 2026, Naik 40 Persen

jpg • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:01 WIB
Ilustrasi investasi emas (Freepik)
Ilustrasi investasi emas (Freepik)

batampos – Minat masyarakat Indonesia berinvestasi emas terus meningkat. World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 15 ton pada kuartal II 2026, atau naik 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data tersebut tercantum dalam laporan Gold Demand Trends Q2 2026 yang dirilis WGC.

Head of Asia-Pacific sekaligus Global Head of Central Banks WGC, Shaokai Fan, mengatakan Indonesia kembali menjadi salah satu pasar investasi emas dengan pertumbuhan terkuat di dunia.

Baca Juga: Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Mulai 1 Agustus 2026

"Permintaan emas batangan dan koin melonjak hingga 40 persen secara tahunan meskipun kenaikan harga emas mulai melandai," ujar Shaokai dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8).

Menurutnya, tingginya permintaan tersebut menunjukkan perubahan perilaku investor. Emas kini semakin dipandang sebagai aset lindung nilai dan investasi jangka panjang, terutama di tengah pelemahan nilai tukar rupiah serta ketidakpastian ekonomi global.

"Alih-alih hanya merespons fluktuasi harga jangka pendek, semakin banyak investor di Indonesia yang memandang emas sebagai aset strategis untuk jangka panjang, terutama di tengah pelemahan rupiah dan ketidakpastian prospek ekonomi domestik," katanya.

Baca Juga: Pengelola Dapur MBG Akui Pipa IPAL Terlepas, Warga Sagulung Sebut Bau Limbah Sudah Berbulan-bulan

Shaokai juga menilai peluncuran Bullion Ecosystem Development Roadmap Indonesia menjadi sinyal semakin besarnya pengakuan terhadap peran strategis emas dalam sistem keuangan nasional.

Menurutnya, inisiatif tersebut berpotensi memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi emas sekaligus membuka akses terhadap beragam produk investasi berbasis emas.

Permintaan Global Sedikit Melambat

Di tingkat global, WGC mencatat investasi pada exchange-traded fund (ETF) emas, emas batangan, dan koin turun menjadi 262 ton pada kuartal II 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh melandainya harga emas setelah lonjakan permintaan pada awal tahun.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh arus dana keluar (outflow) sebesar 45 ton dari ETF emas fisik.

Meski demikian, sepanjang semester pertama 2026, ETF emas masih mencatat arus masuk bersih (net inflow) sebesar 18 ton.

Sementara itu, permintaan emas batangan dan koin secara global hanya turun 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kumulatif, permintaan pada semester pertama 2026 masih 21 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

WGC juga mencatat tingginya minat investasi dari kawasan Asia turut mendorong permintaan emas di pasar over the counter (OTC), yang mencapai 327 ton pada kuartal II dan 571 ton sepanjang semester pertama 2026. (*)

Editor : Jamil Qasim
World Gold Council permintaan emas batangan