Pemerintah Yakin Ekonomi RI Bisa Tembus Hampir 6 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

Putut Ariyo • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:26 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal menyeleksi usulan tambahan anggaran kementerian/lembaga (K/L) yang mencapai Rp 984 triliun. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa . (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mendekati 6 persen hingga akhir 2026. Keyakinan tersebut didukung oleh kinerja ekonomi yang tetap tumbuh di atas 5 persen dalam tiga triwulan terakhir serta prospek yang dinilai semakin membaik pada semester II tahun ini.

Menteri Perekonomian Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026 dan berada di level 5,29 persen pada triwulan II 2026.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kondisi ekonomi nasional yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.

"Dan ke depan semester kedua tahun ini kita akan pastikan itu akan lebih bagus lagi sehingga kita bisa tumbuh mendekati 6 persen pada akhir tahun 2026 ini," ujar Purbaya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Purbaya menilai stabilitas kebijakan moneter dan fiskal, ditambah kondisi sektor keuangan yang terjaga, menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia juga optimistis pada 2027 ekonomi Indonesia tetap mampu tumbuh di kisaran 6 persen, dengan sedikit variasi sesuai perkembangan ekonomi global dan domestik.

Pertumbuhan Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya angka, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen idealnya mampu menciptakan lebih dari 900 ribu lapangan kerja baru.

"Karena itu, perlu dilihat sektor mana yang menyerap tenaga kerja dan sejauh mana program hilirisasi benar-benar menciptakan lapangan pekerjaan yang dirasakan masyarakat," ujarnya di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (14/8/2026).

Kamrussamad menilai capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 menunjukkan mulai terlihatnya dampak positif dari berbagai program prioritas pemerintah.

"Pertumbuhan 5,29 persen di kuartal kedua dan akumulasi semester pertama sekitar 5,4 persen menunjukkan arah kebijakan program prioritas nasional mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi," katanya.

Danantara Dinilai Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Kamrussamad juga menilai kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi berkualitas.

Menurutnya, selama ini pemerintah masih mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta investasi dari dalam maupun luar negeri sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Dengan keberadaan Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund, Indonesia diharapkan memiliki instrumen investasi yang mampu mempercepat pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

"Dengan adanya Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund, kita harapkan bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang berkualitas," ujar Kamrussamad.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal, moneter, penguatan investasi, serta pelaksanaan program prioritas nasional mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga mendekati target 6 persen pada akhir 2026. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Danantara Purbaya Yudhi Sadewa APBN 2027 Pertumbuhan Ekonomi 2026 ekonomi indonesia