Sensus Ekonomi 2026 Bisa Jadi Acuan Penentuan Desil Kesejahteraan, Ini 41 Variabelnya

Putut Ariyo • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 07:32 WIB
Petugas Sensus Ekonomi mewawancarai sejumlah pedagang di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (2/7). Foto: Hanung Hambara/Jawa Pos
Petugas Sensus Ekonomi mewawancarai sejumlah pedagang di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (2/7). Foto: Hanung Hambara/Jawa Pos

batampos - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut data Sensus Ekonomi (SE) 2026 dapat menjadi salah satu sumber yang digunakan pemerintah dalam menentukan desil kesejahteraan keluarga di Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M Nashrul Wajdi, mengatakan penentuan desil kesejahteraan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai variabel. Data hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi salah satu elemen yang digunakan dalam proses tersebut.

“(Sensus Ekonomi menjadi satu elemen menentukan desil) Bisa, tapi bukan satu-satunya sumber,” ujar Nashrul kepada JawaPos.com, Kamis (20/8/2026).

Saat ini, Sensus Ekonomi 2026 masih berada dalam tahap pendataan lapangan. Proses tersebut berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan fokus memastikan seluruh unit ekonomi di Indonesia tercatat.

BPS menargetkan pendataan lapangan selesai pada Agustus 2026. Setelah itu, data akan memasuki tahap pengolahan sebelum hasil akhirnya dapat digunakan.

“Target penyelesaian pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 adalah Agustus 2026. Setelah itu masuk ke tahapan pengolahan data. Kemungkinan awal tahun depan hasilnya sudah ada,” kata Nashrul.

41 Variabel Penentu Desil Kesejahteraan

BPS menjelaskan bahwa penentuan desil kesejahteraan keluarga tidak hanya didasarkan pada pendapatan atau pengeluaran rumah tangga.

Pemeringkatan tersebut mempertimbangkan berbagai kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Berdasarkan data yang diterima JawaPos.com, terdapat 41 variabel yang digunakan dalam menentukan desil kesejahteraan.

Variabel tersebut mencakup identitas keluarga, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, karakteristik anggota keluarga, pekerjaan, pendapatan, hingga akses terhadap layanan keuangan.

Berikut 41 variabel yang digunakan:

1. Identitas Keluarga

2. Kondisi Perumahan

3. Kepemilikan Aset Keluarga

4. Karakteristik Anggota Keluarga

Penggunaan berbagai variabel tersebut menunjukkan bahwa pengukuran kesejahteraan keluarga dilakukan dengan melihat kondisi rumah tangga secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari besaran pendapatan.

Kondisi hunian, kepemilikan aset, pendidikan, pekerjaan, pengeluaran, hingga akses terhadap layanan keuangan menjadi bagian dari informasi yang dapat menggambarkan kondisi sosial ekonomi suatu keluarga.

Meski demikian, BPS menegaskan Sensus Ekonomi 2026 bukan satu-satunya sumber penentuan desil kesejahteraan. Data dari berbagai sumber tetap diperlukan untuk menghasilkan pemeringkatan yang menggambarkan kondisi keluarga secara lebih komprehensif.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 sendiri diperkirakan mulai tersedia pada awal 2027 setelah seluruh proses pendataan dan pengolahan data selesai.  (*)

Editor : Putut Ariyo
Desil Kesejahteraan Data Sosial Ekonomi bps Sensus Ekonomi 2026 kemiskinan