Kopi Kalibaru Banyuwangi Raih Prestasi di Jawara Coffee Competition 2026

Antara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 10:02 WIB
Kompetisi biji kopi rangkaian agenda "Jogja Coffee Week (JCW) 2026"di Yogyakarta. ANTARA/HO-Al
Kompetisi biji kopi rangkaian agenda "Jogja Coffee Week (JCW) 2026"di Yogyakarta. ANTARA/HO-Al

batampos – Kopi hasil budidaya petani Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menorehkan prestasi membanggakan dalam Jawara Coffee Competition (JCW) 2026. Sejumlah kopi dari kawasan tersebut berhasil masuk jajaran terbaik dan memperoleh kesempatan mengikuti sesi lelang nasional, membuka peluang memperluas pasar biji kopi lokal.

Salah satu pencapaian terbaik diraih Ali Mursyid Azisi, yang berhasil meraih Juara III kategori Robusta pada ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Jogja Coffee Week (JCW) 2026 yang digelar pada 4–6 September 2026.

"Ini membuktikan bahwa kualitas biji kopi hasil olahan petani lokal dari pegunungan Kalibaru memiliki daya saing yang diperhitungkan di tingkat nasional," kata Ali dalam keterangannya, Senin (8/9/2026).

Tiga Wakil Kalibaru Masuk 10 Besar

Sebanyak tiga perwakilan petani dan pegiat kopi Kalibaru berhasil menembus 10 besar dalam kompetisi tersebut.

Pada kategori robusta, kopi asal kawasan Gunung Kendit, Desa Malangsari, yang dipresentasikan Ali Mursyid Azisi meraih peringkat ketiga dengan total skor 252,75 dan cup score 84,250.

Kopi tersebut diolah menggunakan metode natural klasik dan menjadi salah satu dari lima kopi terbaik yang berhak mengikuti sesi lelang dalam rangkaian Jogja Coffee Week 2026.

Sementara itu, pada kategori liberika, Muchammad Shodiq menempati peringkat keempat dengan total skor 251,50 dan cup score 83,833. Biji kopi yang diproses menggunakan metode natural anaerobik itu turut memperkuat reputasi kopi Kalibaru di tingkat nasional.

Prestasi juga diraih Ahmad Jaelani, yang menempati peringkat kesembilan kategori robusta. Kopi dari lereng Gunung Raung tersebut memperoleh total skor 248,25 dengan cup score 82,750 setelah diolah menggunakan metode natural klasik.

Pengakuan Mutu Tingkatkan Nilai Jual Kopi

Ali menilai kompetisi cupping menjadi sarana penting bagi petani dan pengolah kopi untuk mengukur kualitas produk sekaligus memperkenalkannya kepada calon pembeli.

Menurutnya, pengakuan mutu melalui skor cupping dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kopi lokal.

"Dengan adanya pengakuan mutu melalui skor cupping, kami berharap posisi tawar biji kopi dari Kalibaru meningkat dan pada akhirnya dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani," ujarnya.

Kesempatan Tembus Pasar Lebih Luas

Peserta yang berhasil masuk lima besar pada kategori robusta, arabika, dan liberika memperoleh kesempatan mengikuti sesi lelang kopi yang digelar dalam rangkaian Jogja Coffee Week 2026.

Melalui lelang tersebut, kopi Kalibaru diperkenalkan kepada berbagai pelaku industri, mulai dari pengolah kopi, roaster, pemilik kedai kopi, hingga pembeli dari dalam dan luar negeri.

Jogja Coffee Week 2026 menjadi ajang pertemuan pelaku industri kopi nasional dan internasional, sehingga keikutsertaan kopi Kalibaru tidak hanya menjadi ajang pembuktian kualitas, tetapi juga membuka peluang ekspansi pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani kopi Banyuwangi. (*)

Editor : Putut Ariyo
Banyuwangi Kopi Kalibaru Jawara Coffee Competition 2026 Jogja Coffee Week Kopi Indonesia