Tiongkok Targetkan 70 Persen Penjualan Mobil Baru Beralih ke NEV pada 2030

jpg • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 13:13 WIB
Ribuan mobil listrik BYD tiba di Pelabuhan Melbourne sebagai bagian dari pengiriman 5.000 unit yang menandai ekspansi agresif produsen EV asal Tiongkok ke pasar global (RNZ). Foto: RNZ
Ribuan mobil listrik BYD tiba di Pelabuhan Melbourne sebagai bagian dari pengiriman 5.000 unit yang menandai ekspansi agresif produsen EV asal Tiongkok ke pasar global (RNZ). Foto: RNZ

batampos - Tiongkok menargetkan masuk jajaran kekuatan utama industri otomotif dunia pada 2030. Salah satu sasaran utama yang ditetapkan adalah memperbesar dominasi kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) di pasar domestik.

Target tersebut tercantum dalam rencana pengembangan industri otomotif lima tahun Tiongkok. Dalam rencana itu, NEV ditargetkan mencakup 70 persen penjualan kendaraan penumpang baru dan 40 persen penjualan kendaraan komersial baru di pasar domestik pada 2030.

Target tersebut menunjukkan arah transformasi industri otomotif Tiongkok yang semakin mengandalkan kendaraan listrik dan teknologi kendaraan terhubung.

Tiongkok juga menyebut memiliki keunggulan di seluruh rantai industri NEV dan kendaraan terhubung, mulai dari pengembangan teknologi hingga manufaktur.

Selain elektrifikasi, teknologi swakemudi menjadi bagian penting dalam peta jalan industri otomotif Tiongkok.

Kendaraan yang dilengkapi fungsi swakemudi diperkirakan akan diterapkan secara luas pada 2030. Sementara itu, sistem pengemudian dengan tingkat otomatisasi tinggi ditargetkan mulai diterapkan di jalan tol, jalan ekspres perkotaan, serta sejumlah ruas jalan perkotaan.

Target Efisiensi Mobil Listrik

Rencana pengembangan tersebut juga menetapkan sasaran peningkatan teknologi dan efisiensi kendaraan.

Pada 2030, konsumsi bahan bakar rata-rata kendaraan penumpang ditargetkan turun menjadi 3,3 liter per 100 kilometer. Sementara konsumsi listrik rata-rata kendaraan penumpang listrik murni ditargetkan sekitar 11,5 kilowatt-jam per 100 kilometer.

Di sisi industri, Tiongkok juga menargetkan optimalisasi struktur industri serta peningkatan digitalisasi dan kecerdasan manufaktur.

Produktivitas tenaga kerja secara keseluruhan ditargetkan meningkat 15 persen dibandingkan tingkat pada 2025.

Pemerintah Tiongkok juga ingin melahirkan sejumlah produsen otomotif yang mampu masuk jajaran 10 besar dunia berdasarkan penjualan.

Target serupa berlaku untuk industri komponen. Sejumlah perusahaan suku cadang otomotif ditargetkan masuk dalam jajaran 100 perusahaan terbesar dunia.

Penjualan NEV Tembus Rekor

Target elektrifikasi tersebut sejalan dengan perkembangan pasar otomotif domestik Tiongkok yang menunjukkan semakin kuatnya posisi NEV.

Data terbaru dari Asosiasi Manufaktur Mobil Tiongkok atau China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) menunjukkan penjualan NEV pada Agustus mencapai rekor 60,6 persen dari total penjualan mobil baru bulanan.

Pada bulan yang sama, produksi NEV mencapai lebih dari 1,65 juta unit. Sementara penjualannya menembus lebih dari 1,64 juta unit.

Baik produksi maupun penjualan tersebut masing-masing tumbuh hampir 20 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Capaian pada Agustus memperlihatkan bahwa kendaraan energi baru tidak lagi sekadar menjadi segmen alternatif dalam industri otomotif Tiongkok. NEV telah menjadi bagian dominan dari pasar mobil baru dan menjadi salah satu fondasi utama ambisi Tiongkok memperkuat posisinya sebagai kekuatan otomotif global pada 2030. (*)

Editor : Putut Ariyo
kendaraan swakemudi tiongkok mobil listrik NEV industri otomotif