25 Ton Beras Masuk Batam, Karantina Kepri Cek Sebelum Dikonsumsi

Antara • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:26 WIB
ilustrasi beras. F. Unsplash
ilustrasi beras. F. Unsplash

batampos – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melakukan pemeriksaan terhadap pemasukan 25 ton beras asal Jakarta yang masuk ke Kota Batam.

Pemeriksaan dilakukan melalui Pos Pelayanan Pelabuhan di Batam sebagai bagian dari pengawasan lalu lintas komoditas pangan. Langkah tersebut untuk memastikan komoditas yang masuk telah memenuhi ketentuan karantina sebelum diedarkan dan dikonsumsi masyarakat.

Kepala Karantina Kepri Hasim mengatakan pemeriksaan terhadap komoditas pangan merupakan bagian dari upaya mencegah masuk dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

“Karantina berkomitmen penuh dalam menjamin kelayakan komoditas pangan yang masuk ke Batam. Beras dan komoditas pangan lainnya wajib diperiksa Karantina sebelum dikonsumsi masyarakat,” ujar Hasim dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.

OPTK merupakan organisme yang dapat merusak atau mengganggu tumbuhan dan berpotensi menyebar melalui lalu lintas komoditas. Organisme tersebut antara lain dapat berupa jamur, bakteri, dan virus.

Batam Bergantung pada Pasokan dari Luar Daerah

Hasim menjelaskan, kebutuhan pangan masyarakat Batam sebagian besar dipenuhi melalui pasokan dari daerah lain, termasuk beras yang didatangkan dari Jakarta.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari karakter Batam sebagai kota industri dengan keterbatasan wilayah untuk memproduksi kebutuhan pangan sehari-hari.

Selain beras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga didatangkan dari luar daerah, seperti sayuran, cabai, dan hewan ternak.

Tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat pengawasan lalu lintas komoditas menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan sekaligus mencegah masuknya organisme yang dapat mengganggu sektor pertanian.

Setiap media pembawa yang dilalulintaskan wajib memenuhi ketentuan karantina sebelum dapat diedarkan dan dimanfaatkan masyarakat.

Karantina Awasi Sejumlah Pintu Masuk

Karantina Kepri memiliki 9 Satuan Pelayanan dan 31 pos tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan pemerintah. Lokasi tersebut menjadi titik pengawasan dan pemeriksaan terhadap media pembawa yang dilalulintaskan.

Di Kota Batam, beberapa lokasi pengawasan Karantina Kepri antara lain Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batu Ampar, dan Pelabuhan Telaga Punggur.

Pengawasan juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Kepulauan Riau, seperti Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun di Karimun, Pelabuhan Laut Sei Kolak Kijang dan Pelabuhan Tanjung Uban di Bintan.

Hasim mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap komoditas pangan yang masuk melalui jalur resmi karena terdapat proses pemeriksaan karantina.

“Masyarakat tidak perlu ragu terhadap pangan yang akan dikonsumsi. Karantina mengajak semua stakeholder untuk melaporkan apabila ada hal-hal yang mencurigakan terhadap pemasukan komoditas pangan yang melalui jalur tidak resmi,” tutup Hasim. (*)

Editor : Putut Ariyo
Pasokan Pangan Beras Batam batam Karantina Kepri jakarta