Manfaat Telur bagi Kesehatan, Kaya Protein dan Kolin

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 20:00 WIB
Pekerja mengambil telur dari kandang ayam petelur di kawasan Tangerang Selatan, Rabu (8/7/2026). (JawaPos)
Pekerja mengambil telur dari kandang ayam petelur di kawasan Tangerang Selatan, Rabu (8/7/2026). (JawaPos)

batampos – Telur menjadi salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan, relatif terjangkau, dan praktis diolah menjadi berbagai hidangan. Di balik bentuknya yang sederhana, telur mengandung beragam nutrisi penting, mulai dari protein, vitamin, hingga mineral yang dibutuhkan tubuh.

Kandungan gizi tersebut menjadikan telur sebagai salah satu pilihan makanan untuk mendukung pola makan bergizi seimbang.

Telur mengandung sejumlah vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B2, B5, B12, folat, fosfor, selenium, serta vitamin D dan E. Berbagai nutrisi tersebut memiliki peran dalam mendukung fungsi tubuh.

Salah satu keunggulan telur adalah kandungan proteinnya. Protein dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot. Telur juga mengandung sembilan asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga perlu diperoleh melalui makanan.

Kandungan protein tersebut turut membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Karena itu, telur dapat menjadi pilihan menu sarapan untuk membantu mengendalikan rasa lapar dan mendukung pengelolaan berat badan.

Selain protein, telur juga merupakan sumber kolin. Nutrisi ini berperan dalam pembentukan membran sel serta produksi molekul yang mendukung komunikasi antarsel saraf.

Kolin juga berkaitan dengan fungsi otak dan sistem saraf. Satu butir telur mengandung sekitar 147 miligram kolin sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Baik untuk Kesehatan Mata

Manfaat telur lainnya berkaitan dengan kesehatan mata. Kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis antioksidan yang terdapat pada retina.

Kedua nutrisi tersebut membantu melindungi mata dari kerusakan akibat stres oksidatif. Asupan lutein dan zeaxanthin juga dikaitkan dengan kesehatan retina serta penurunan risiko gangguan penglihatan tertentu, termasuk degenerasi makula dan katarak.

Telur juga mengandung vitamin A yang berperan dalam menjaga fungsi penglihatan. Kekurangan vitamin A dapat mengganggu kemampuan mata, terutama ketika melihat dalam kondisi minim cahaya.

Dari sisi kesehatan jantung, telur kerap menjadi perhatian karena kandungan kolesterol pada kuningnya. Satu butir telur mengandung sekitar 186 miligram kolesterol.

Meski demikian, pengaruh kolesterol dari makanan terhadap kadar kolesterol darah tidak selalu sama pada setiap orang. Respons tubuh terhadap konsumsi telur dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan.

Pada sebagian orang, konsumsi telur memberikan pengaruh relatif kecil terhadap kadar kolesterol darah. Namun, sebagian lainnya dapat mengalami peningkatan yang lebih besar.

Kandungan omega-3 juga menjadi nilai tambah telur. Jumlah asam lemak tersebut dapat berbeda bergantung pada jenis pakan dan pemeliharaan ayam petelur.

Telur dari ayam yang mendapatkan pakan kaya omega-3 umumnya memiliki kandungan asam lemak tersebut lebih tinggi dibandingkan telur biasa. Omega-3 sendiri berperan dalam mendukung fungsi jantung, otak, dan mata.

Perhatikan Cara Pengolahan

Meski kaya nutrisi, konsumsi telur tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Cara pengolahan juga perlu diperhatikan agar manfaat gizinya dapat diperoleh tanpa tambahan lemak, garam, atau kalori berlebihan.

Telur rebus atau telur yang dimasak menggunakan sedikit minyak dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, penggunaan mentega, minyak dalam jumlah banyak, serta tambahan garam berlebihan sebaiknya dibatasi.

Dengan kandungan protein, kolin, vitamin, dan mineralnya, telur dapat menjadi bagian dari menu harian yang bergizi seimbang. Variasi makanan dan pola konsumsi yang tepat tetap menjadi kunci untuk menjaga kesehatan tubuh. (*)

Editor : Cipi Ckandina
Kolin kesehatan telur protein