Penjualan iPhone 18 Pro Naik 3,1 Persen, China Jadi Motor Pertumbuhan Apple

jpg • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 13:59 WIB
Ilustrasi iPhone 18 Pro. (Apple)
Ilustrasi iPhone 18 Pro. (Apple)

batampos - Penjualan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max secara global mencatat pertumbuhan 3,1 persen selama tiga minggu pertama peluncurannya dibandingkan periode yang sama tahun lalu. China menjadi salah satu pasar utama yang mendorong kenaikan tersebut, dengan pertumbuhan penjualan mencapai 29 persen.

Mengutip MacRumors yang merujuk laporan Counterpoint Research, peningkatan penjualan di China membantu Apple mengimbangi pelemahan permintaan di sejumlah pasar utama, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

Di AS, penjualan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max turun 4 persen. Sementara itu, Jepang mencatat penurunan lebih tajam, mencapai 27 persen.

Counterpoint Research menilai pertumbuhan pasar China didukung oleh ketersediaan stok awal yang lebih baik. Selain itu, harga ponsel flagship Android dari sejumlah pesaing yang lebih tinggi turut memberikan keuntungan bagi Apple.

Harga iPhone 18 Pro Naik, Konsumen AS Kurang Tertarik

Kondisi berbeda terlihat di pasar AS. Menurut Counterpoint, sebagian konsumen menilai perubahan fitur dan desain iPhone 18 Pro belum cukup signifikan untuk mendorong pembelian.

Padahal, Apple menghadirkan sejumlah pembaruan pada generasi terbaru tersebut, termasuk kamera dengan aperture yang dapat diatur.

Kenaikan harga juga menjadi faktor yang memengaruhi permintaan. Apple menaikkan harga awal iPhone 18 Pro sebesar USD 100 di pasar AS.

Kini, iPhone 18 Pro dibanderol mulai USD 1.199, sedangkan iPhone 18 Pro Max dijual dengan harga awal USD 1.299.

Di Jepang, pelemahan nilai tukar mata uang turut memperbesar dampak kenaikan harga perangkat terhadap konsumen.

iPhone 18 Pro Max Kehilangan Pangsa Penjualan

Laporan Counterpoint Research juga menunjukkan perubahan komposisi penjualan kedua model tersebut.

Kontribusi iPhone 18 Pro Max terhadap total penjualan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max turun dari 57 persen menjadi 56 persen.

Sebaliknya, pertumbuhan penjualan di India dan Asia Tenggara lebih banyak mengarah pada model iPhone dengan ukuran lebih kecil.

Data tersebut mencakup periode sebelum Apple meluncurkan iPhone lipat pertamanya pada 23 Oktober.

Kehadiran perangkat baru ini menjadi perhatian Counterpoint Research. Firma riset tersebut akan mengamati apakah iPhone lipat mampu menarik konsumen baru atau justru mengalihkan minat pembeli yang sebelumnya mengincar iPhone 18 Pro Max.

Perkembangan tersebut akan menjadi salah satu faktor penting untuk melihat bagaimana strategi produk Apple memengaruhi persaingan di pasar ponsel premium global. (*)

Editor : Putut Ariyo
iPhone 18 Pro Max iPhone 18 Pro Counterpoint Research Apple teknologi