OJK Catat 25 Perusahaan Siap IPO

jpg • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 07:07 WIB
Pengunjung mencoba fitur IPOT saat peluncuran Aplikasi IPOT X di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: dok. Jawa Pos/Salman Toyibi
Pengunjung mencoba fitur IPOT saat peluncuran Aplikasi IPOT X di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Foto: dok. Jawa Pos/Salman Toyibi

batampos – Minat perusahaan dalam negeri untuk menghimpun dana melalui pasar modal masih tinggi menjelang akhir 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 25 rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp 26 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, masih banyak perusahaan yang berminat memanfaatkan pasar modal untuk memperoleh pendanaan.

“Kita melihat di pipeline juga masih banyak perusahaan yang ingin melakukan IPO di pasar modal kita. Ini kalau kita lihat masih ada 25 rencana penawaran umum,” ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11).

Berdasarkan data OJK, 25 rencana penawaran umum tersebut memiliki nilai indikatif sekitar Rp 26 triliun.

OJK memperkirakan target penghimpunan dana di pasar modal sepanjang 2026 mencapai Rp 250 triliun hingga akhir tahun. Namun, realisasi tersebut masih dapat dipengaruhi berbagai faktor.

Hingga Oktober 2026, total penghimpunan dana di pasar modal tercatat mencapai Rp 205,77 triliun.

Friderica menjelaskan, penghimpunan dana tersebut terdiri atas tujuh penawaran umum perdana saham atau IPO, 20 penawaran umum terbatas, 11 penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk, serta 135 penawaran umum berkelanjutan efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS).

Investor Pasar Modal Terus Bertambah

Selain minat korporasi, OJK juga mencatat pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data OJK, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 33,36 juta per 26 Oktober 2026. Angka tersebut tumbuh 63,94 persen sepanjang tahun berjalan atau year to date (ytd).

Pertumbuhan jumlah investor tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal.

Di sisi lain, fundamental emiten juga dinilai tetap terjaga. OJK mencatat sebanyak 73,54 persen emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan laba berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan (LKTT) 2026. (*)

Editor : Putut Ariyo
Pasar Modal IPO 2026 Friderica Widyasari Dewi investasi ojk