batampos – Perselisihan pemanfaatan lahan di Kecamatan Batam Kota berakhir tragis. Seorang penjaga lahan tewas setelah ditikam dalam insiden berdarah di lahan kosong belakang Perumahan Crown Hill, Kamis (8/1) malam.
Korban diketahui berinisial D, yang bertugas menjaga lahan milik sebuah perusahaan. Sementara pelaku berinisial SG, disebut telah lama bercocok tanam di lahan yang sama. Perbedaan kepentingan atas pemanfaatan lahan itulah yang diduga menjadi pemicu awal konflik.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Iptu Bobby Ramadhana Fauzi menjelaskan, peristiwa bermula saat korban membersihkan lahan sesuai tugas yang diberikan perusahaan. Tindakan tersebut memicu kemarahan pelaku yang tidak terima tanaman miliknya dibersihkan.
“Terjadi adu mulut antara korban dan pelaku. Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mengeluarkan pisau dan menikam korban di bagian perut,” ujar Iptu Bobby, Jumat (9/1/2026).
Saat kejadian, korban tidak sendirian. Seorang rekan korban yang berada di lokasi menyaksikan langsung aksi penikaman tersebut. Usai ditikam, korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, luka tusuk yang diderita korban cukup parah. Setelah menjalani perawatan, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Mendapat laporan dari pihak keluarga korban, aparat kepolisian bergerak cepat. Tim gabungan Satreskrim Polresta Barelang bersama Unit Reskrim Polsek Batam Kota langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
“Hasil penyelidikan, kurang dari satu jam setelah laporan diterima, pelaku berhasil kami amankan di wilayah Kecamatan Sei Beduk tanpa perlawanan,” tegas Iptu Bobby.
Pelaku kemudian dibawa ke Mapolresta Barelang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif kejadian serta status hukum lahan yang menjadi sumber konflik tersebut.
Pantauan di lokasi kejadian, lahan kosong di belakang Perumahan Crown Hill tampak ditanami cabai dan batang ubi yang baru tumbuh. Hingga Jumat siang, belum terlihat garis polisi terpasang di lokasi.
Warga sekitar membenarkan adanya peristiwa penikaman tersebut. Namun sebagian mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian.
“Tahunya sudah ramai dan pelaku diamankan polisi,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. (*)
Editor : M Tahang