Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dari 914 Kontainer, Baru 95 Limbah Elektronik Direekspor

Eusebius Sara • Selasa, 31 Maret 2026 | 13:00 WIB

Ratusan Kontainer limbah elektronik asal AS mulai direekspor. BC Batam memastikan semua direekspor. Foto: YOFI YUHENDRI/BATAM POS
Ratusan Kontainer limbah elektronik asal AS mulai direekspor. BC Batam memastikan semua direekspor. Foto: YOFI YUHENDRI/BATAM POS

batampos — Penanganan kontainer diduga bermuatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Pelabuhan Batuampar terus menunjukkan progres. Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 95 kontainer telah direekspor ke negara asal.

Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, mengatakan capaian tersebut merupakan realisasi hingga 14 Maret.

“Dari total 914 kontainer yang tertahan dan diduga berisi limbah B3, sebanyak 95 kontainer sudah direekspor,” ujarnya, Senin (30/3).

Ia menjelaskan, ratusan kontainer lainnya masih dalam proses penanganan lintas instansi, mulai dari pemeriksaan fisik, verifikasi dokumen, hingga penetapan status barang.

Reekspor dilakukan setelah hasil pemeriksaan memastikan kontainer tersebut mengandung limbah B3. Proses ini dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan berbagai pihak agar sesuai ketentuan.

Pemerintah sendiri telah membentuk satuan tugas (satgas) lintas instansi untuk mempercepat penanganan. Satgas melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, BP Batam, Pemko Batam, serta unsur Forkopimda.

“Keberadaan satgas sangat membantu percepatan pemeriksaan dan koordinasi, sehingga penentuan status kontainer bisa lebih cepat,” kata Setiawan.

Meski demikian, sebagian besar kontainer masih belum direekspor. Bea Cukai Batam terus mendorong perusahaan pemilik agar segera mengajukan permohonan pengeluaran barang.

Langkah percepatan dinilai penting untuk mengurangi penumpukan di Pelabuhan Batuampar yang sempat mengalami kepadatan dalam beberapa bulan terakhir.

Selain mengganggu arus logistik, persoalan ini juga berdampak pada sektor industri. Sejumlah perusahaan dilaporkan mengalami gangguan produksi akibat tertahannya kontainer bahan baku.

Dengan progres yang ada, Bea Cukai Batam optimistis penanganan seluruh kontainer dapat diselesaikan secara bertahap, sekaligus menjaga kepatuhan regulasi dan perlindungan lingkungan. (*)

Editor : M Tahang
#limbah b3 #limbah elektronik