Kuasa Hukum Desak Usut Tuntas Kematian Bripda Natanael, Diduga Ada Kekerasan

Yashinta • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 18:12 WIB
Suasana di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri tampak dijaga ketat, Selasa (14/4), seiring proses penanganan jenazah Bripda Natanael Simanungkalit. Pihak keluarga dan kuasa hukum menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga terkait kekerasan. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Suasana di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Kepri tampak dijaga ketat, Selasa (14/4), seiring proses penanganan jenazah Bripda Natanael Simanungkalit. Pihak keluarga dan kuasa hukum menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang diduga terkait kekerasan. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

 

batampos - Kasus meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit terus bergulir. Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya, Sudirman Situmeang, mulai mengambil langkah hukum dan mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan kekerasan yang menimpa korban.

Sudirman mengungkapkan, hingga saat ini keluarga masih mempertanyakan kejelasan informasi yang disampaikan pihak kepolisian terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia.

“Kami hanya bertanya, kabar apa yang sebenarnya disampaikan kepada keluarga. Informasi yang kami terima hanya bahwa korban berada di rumah sakit,” kata Sudirman saat ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (14/4).

Menurut dia, keluarga sempat berinisiatif membawa korban setelah mendapat kabar tersebut. Namun saat tiba, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Ketika keluarga datang dan ingin melihat kondisi korban, ternyata sudah seperti itu. Ini yang membuat keluarga semakin terpukul,” ujarnya.

Sudirman menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum seluruh fakta terungkap. Namun, ia memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Yang jelas, kasus ini harus terungkap. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Semua harus dibuka secara terang,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa laporan polisi (LP) telah resmi dibuat oleh pihak keluarga pada Selasa pagi. Setelah itu, pihaknya langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan berkoordinasi dengan penyidik Reskrim.

“Tadi pagi kami sudah membuat laporan. Dari SPKT langsung kami dampingi ke bagian Reskrim untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Terkait kondisi jenazah korban, Sudirman mengaku telah melihat langsung dan menemukan adanya kejanggalan. Namun, ia memilih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim forensik.

“Kami sudah melihat, ada hal-hal yang menjadi catatan. Tapi biarlah nanti tim yang membuktikan secara medis,” katanya.

Ia juga meminta semua pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan yang saat ini masih berjalan. Pihaknya berjanji akan menyampaikan perkembangan secara terbuka kepada publik.

“Mohon bersabar, nanti semua akan kami jelaskan secara detail. Saat ini kami fokus mengawal proses hukum,” tutupnya.

Sementara itu, kasus kematian Bripda Natanael Simanungkalit sebelumnya menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Korban yang baru beberapa bulan dilantik sebagai anggota Polri itu diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum senior di lingkungan Polda Kepri.

Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukannya sejumlah luka lebam di tubuh korban, terutama di bagian punggung. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi pasti kejadian tersebut.

Jasad korban saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna kepentingan visum dan penyidikan lebih lanjut. (*)

Editor : Fiska Juanda
Polisi dianiaya senior Kematian Bripda Natanael Penganiayaan Polisi polda