Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Autopsi Ungkap Kekerasan, Kematian Bripda Natanael Masuk Ranah Pidana

Muhammad Syahban • Kamis, 16 April 2026 | 14:01 WIB
Petugas RS Bhayangkara Polda Kepri bersama polisi mengangkat peti jenazah Bripda Natanael Simanungkalit, anggota polisi yang meninggal karena dianiaya oleh seniornya, saat akan dibawa pulang dari RS Bhayangkara Polda Kepri, Selasa (14/4). F.Cecep Mulyana
Petugas RS Bhayangkara Polda Kepri bersama polisi mengangkat peti jenazah Bripda Natanael Simanungkalit, anggota polisi yang meninggal karena dianiaya oleh seniornya, saat akan dibawa pulang dari RS Bhayangkara Polda Kepri, Selasa (14/4). F.Cecep Mulyana

batampos – Kematian Bripda Natanael Simanungkalit (21) kini memasuki babak baru. Hasil autopsi memastikan adanya unsur kekerasan yang menjadi penyebab meninggalnya anggota muda kepolisian tersebut.

Temuan tersebut memperkuat bahwa peristiwa ini tidak lagi sekadar dugaan, melainkan telah mengarah pada tindak pidana.

Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, membenarkan hasil otopsi menunjukkan adanya tindakan kekerasan.

“Hasil autopsi menyatakan penyebab kematian memang ada tindakan kekerasan. Ini menjadi dasar bagi penyidik untuk mendalami kasus dan mengungkap pelakunya,” ujarnya, Rabu (15/4) di Wyndham Panbil.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kasus ini telah meningkat ke tahap penyidikan dan ditangani oleh penyidik kriminal umum.

“Sudah naik sidik dan ditangani di kriminal umum,” tegasnya.

Meski demikian, kepolisian belum mengungkap kemungkinan adanya tersangka tambahan. Hingga kini, penyidik masih mendalami keterangan dari tiga saksi yang diduga mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban meninggal dunia.

“Masih proses pendalaman terhadap tiga saksi. Belum bisa dipastikan apakah akan ada tersangka tambahan,” kata Asep.

Sebelumnya, sempat muncul dugaan adanya korban lain dalam kasus tersebut. Namun, pihak kepolisian menyebut kondisi pihak lain tidak dalam situasi serius.

“Tidak ada masalah,” ujarnya singkat.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena terjadi di lingkungan internal kepolisian, yang selama ini identik dengan disiplin dan pembinaan anggota. Kini, penyidikan diharapkan mampu mengungkap secara terang rangkaian peristiwa serta memastikan akuntabilitas hukum atas kematian Bripda Natanael. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Kematian Bripda Natanael #Ranah Pidana